Antisipasi Puncak Kemarau, Pemprov Jabar Siaga Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

1 hari yang lalu 5
Antisipasi Puncak Kemarau, Pemprov Jabar Siaga Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan Dishut Provinsi Jawa Barat memperketat upaya pencegahan di lapangan.(Dok.Diskominfo Jabar )

MENGANTISIPASI peningkatan akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla) pada musim kemarau, Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memperketat upaya pencegahan di lapangan sekaligus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Dinas Kehutanan Jabar, Dodit Ardian Pancapana kemarin menyatakan bahwa instansinya menerapkan langkah pencegahan untuk menekan potensi karhutla sedini mungkin.

"Kami berbareng beragam pihak terus mengintensifkan patroli berkala di wilayah rawan, memantau kondisi tutupan hutan, menggalakkan sosialisasi edukatif, serta memperkuat koordinasi lintas sektor demi meminimalkan akibat karhutla," paparnya.

Dodit menekankan bahwa peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mitigasi kebakaran karhutla. Warga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan langkah membakar, menghindari pembakaran sampah di sekitar area hutan, memastikan sisa api unggun padam sempurna, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Jika menemukan indikasi alias titik api, masyarakat diharapkan segera melapor ke lembaga terdekat.

"Kewaspadaan ekstra ini krusial mengingat cuaca kering, curah hujan rendah, serta penurunan kadar air vegetasi membikin area rimba dan lahan sangat rentan terbakar. Sebagian besar kejadian karhutla di Indonesia tercatat akibat kelalaian dan aktivitas manusia," terangnya.

Menurut Dodit, akibat karhutla tidak hanya merusak vegetasi, tetapi juga menakut-nakuti kediaman satwa liar, merusak kualitas tanah, mempercepat emisi gas rumah kaca, serta memicu asap nan menurunkan kualitas udara bagi kesehatan warga--khususnya anak-anak dan lansia.

"Menjaga kelestarian rimba sebagai penyangga kehidupan, penyedia air bersih, dan penyerap karbon merupakan tanggung jawab berbareng dan kepedulian seluruh komponen masyarakat menjadi tembok utama dalam menjaga keasrian rimba Jabar demi warisan generasi mendatang," tuturnya.

KESIAPSIAGAAN DIPERKUAT
Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, juga terus melakukan beragam langkah pencegahan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran karhutla, terutama saat memasuki musim kemarau. Upaya nan dilakukan meliputi peningkatan pemantauan wilayah rawan kebakaran, penyebaran info peringatan dini, serta penguatan koordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar Teten Ali mengatakan, BPBD juga meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, tidak membuang puntung rokok di area kering, serta lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Kesiapsiagaan personel dan peralatan penanganan kebakaran juga terus diperkuat agar dapat melakukan respons sigap andaikan terjadi kejadian.

"Melalui sinergi berbareng seluruh pihak, BPBD Jabar berupaya mengurangi akibat kebakaran lahan dan memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu sehingga akibat terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan," imbuhnya.

Teten menyebut, berasas info BPBD Jabar per 10 Agustus 2026, terjadi 90 karhutla di 72 kecamatan di Jabar,  kebakaran karhutla terbanyak terjadi di Kabupaten Sumedang sebanyak 16 kejadian, Kabupaten Majalengka 11 kejadian dan Kabupaten Bandung 8 kejadian. (E-2)

Selengkapnya