Apa Itu Aspal Merah Putih yang Mau Diluncurkan Menteri PU?

42 menit yang lalu 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo membocorkan produk aspal baru nan bakal diluncurkan pemerintah dalam waktu dekat. Produk tersebut diberi nama Aspal Merah Putih, nan merupakan campuran antara aspal Buton (Asbuton) dengan aspal milik Pertamina.

Dody menjelaskan, Aspal Merah Putih menggabungkan Asbuton nan mempunyai kandungan mineral dengan aspal berbentuk cair nan dihasilkan Pertamina dari proses pengolahan minyak bumi.

"Aspal Merah Putih itu ya aspal Buton (Asbuton), tapi Pertamina kan punya aspal dari cairan, itu dari hasil dia mengolah minyak buminya nan dia beli. Nah itu kelak kita kombinasi dengan aspal Buton. Nanti kita sebut sebagai Aspal Merah Putih. Ini bocoran sedikit, kelak mungkin setelah 17 Agustus lah kita luncurkan," kata Dody dalam konvensi pers di Hotel The Ritz-Carlton Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Dengan komposisi tersebut, pemerintah mau mendorong pemanfaatan material aspal dalam negeri. Salah satu tujuan utamanya adalah mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor aspal.

"Ya jadi kita meluncurkan aspal buton itu kan sebenarnya, tujuannya nan pertama, bahwa kita tidak lagi impor aspal. Nanti mungkin dalam beberapa hari lagi kita bakal meluncurkan Aspal Merah Putih," ujarnya.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam FGD Asosiasi Jalan Tol Indonesia di Jakarta, Rabu (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam FGD Asosiasi Jalan Tol Indonesia di Jakarta, Rabu (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam FGD Asosiasi Jalan Tol Indonesia di Jakarta, Rabu (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Dody menyebut Asbuton sebenarnya bukan material baru. Aspal nan berasal dari Pulau Buton tersebut telah digunakan sejak lama. Namun, menurutnya, persoalan nilai menjadi salah satu hambatan dalam pemanfaatannya selama ini.

"Aspal Buton ini kan sebetulnya bukan peralatan baru, kan dari dulu juga ada. Tapi mungkin jika dulu harganya kemahalan dan seterusnya. Nah sekarang saya nggak mau begitu, jikalau kita menggunakan aspal Buton, dengan beragam macam argumen gitu kan, baik itu argumen impor kemudian argumen teknis dan seterusnya, itu ya tetap dari sisi ekonomisnya kudu masuk," jelas dia.

Karena bakal digunakan sebagai bagian dari material pembangunan jalan, Dody menegaskan Aspal Merah Putih kudu mempunyai nilai nan kompetitif. Pemerintah menargetkan harganya setidaknya sama dengan aspal nan selama ini digunakan.

"(Harga Aspal Merah Putih) idealnya kudu sama dengan aspal nan ada saat ini. Kan sama-sama juga namanya aspal, barangnya itu-itu saja, tapi kan lantaran di sini ada mineral, kan jika aspal Buton itu kan mineral bukan cairan lagi. Jadi harapannya ada turun sedikit lah, (harganya) bisa turun 10%-20%, tapi belum, itu tetap suatu perihal nan kelak para penyedia jasa nan bakal menawarkan," ujar Dody.

Ia menjelaskan, Aspal Merah Putih nantinya bakal digunakan untuk beragam jenis jalan, termasuk jalan tol dan jalan nasional. Karena cakupan penggunaannya luas, pemerintah mau memastikan nilai material tersebut tidak justru menambah beban biaya pembangunan.

"Karena kan aspal ini kita pakai di mana-mana, ya jalan tol, jalan nasional kita juga pakai. Kalau misalnya aspal ini ketinggian (harganya), kelak APBN saya jebol. Jadi masalah baru besar bagi saya. Jadi itu suatu perihal nan saya bakal kerjakan, dengan kemudian meluncurkan Aspal Merah Putih, nan terdiri dari aspal Buton dan aspalnya Pertamina," jelasnya.

Pemerintah juga tidak mau penerapan Aspal Merah Putih berujung pada kenaikan tarif nan kudu dibayarkan masyarakat.

"Supaya kemudian tarif nan untuk masyarakat itu tidak perlu nambah, untuk sesuatu nan sebetulnya nggak terlalu penting-penting amat, lantaran sudah ada aspal cair sebelumnya kan. Nah itu nan saya juga nggak mau," tutur dia.

Dody pun menegaskan penggunaan Asbuton sebagai bagian dari Aspal Merah Putih tidak boleh diikuti kebijakan alias patokan baru nan justru membikin ongkos produksi meningkat.

"Makanya, aspal Buton alias nan kita sebut Aspal Merah Putih, nan bakal kita pakai ke depan, itu minimal (harganya) sama, alias jika bisa saya bakal coba turunkan menjadi di bawah (harga) aspal hari ini. Sehingga biaya teman-teman BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) juga turun, dan APBN kita juga nggak terganggu," kata dia.

"Cuma saya tekankan itu, jangan sampai kemudian ada patokan baru, nan kemudian meningkatkan biaya produksi. Itu nggak boleh sama sekali," pungkasnya.

(wur/wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya