Titik api dan kepulan asap terpantau di atas pondokan, lereng Gunung Welirang, pada Rabu (19/8) sore. Lokasi ini ada di wilayah Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan(Dok Istimewa)
Kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) nan melanda wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, khususnya di area Gunung Arjuno-Welirang, sekarang telah dinyatakan padam. Petugas campuran saat ini beranjak konsentrasi melakukan patroli intensif untuk menyisir kemungkinan adanya sisa titik api di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengonfirmasi bahwa titik api terakhir terpantau di dua letak strategis, ialah area Lembah Kijang dan Kembar 2. Namun, berasas pantauan terkini, api di kedua letak tersebut sudah padam total.
“Sudah padam semua, terakhir di area Lembah Kijang dan Kembar 2. Hari ini tim darat melakukan pemadaman terhadap bara api nan ada di wilayah tersebut,” ujar Gatot pada Minggu (23/8/2026).
Dalam upaya pemadaman hari ini, tim campuran sebenarnya sempat mengerahkan helikopter untuk melakukan prosedur water bombing. Namun, hambatan cuaca menjadi penghambat utama. Kawasan Arjuno-Welirang kembali diselimuti kabut tebal pada siang hari, sehingga armada helikopter terpaksa kembali lebih awal ke Bandara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang.
“Water bombing sempat dilakukan sekali dan kondisi cuaca berkabut akhirnya siang heli kembali ke Abd. Saleh Malang. Jadi, belum bisa dilakukan maksimal lantaran kabut,” jelasnya lebih lanjut.
Meski kondisi api sudah dipastikan padam, Gatot menegaskan bahwa kewaspadaan tetap ditingkatkan. Patroli bakal terus digelar pada besok hari untuk memastikan tidak ada api nan kembali menyala. Jika ditemukan titik asap alias api baru, operasi water bombing tidak menutup kemungkinan bakal kembali dilakukan.
Saat ini, tim darat tetap disiagakan untuk melakukan penyisiran mendalam guna memantau sisa-sisa bara api nan mungkin tetap tersembunyi di bawah permukaan lahan.
“Besok bakal dilakukan lagi patroli dan water bombing jika tetap ada asap. Sedangkan tim darat tetap terus melakukan patroli untuk memandang sisa-sisa bara nan ada,” pungkas Gatot. (H-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·