Menkeu Purbaya.(MI/Insi N J )
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka bunyi mengenai langkah Pemerintah Amerika Serikat (AS) nan menggandakan nilai program pembelian kembali (buyback) obligasi pemerintah untuk meredam lonjakan imbal hasil (yield) obligasi di pasar keuangan.
Menurut dia, langkah tersebut menegaskan bahwa kebijakan buyback yang telah lebih dulu diterapkan Indonesia merupakan langkah nan sesuai dengan standar internasional dan dapat menjadi contoh bagi negara lain.
“Itu menunjukkan apa nan kita lakukan memang standar internasional. Mungkin Amerika niru kita juga, tuh sukses dia ikut,” ujar Purbaya usai menghadiri Rapat Kerja (Raker) berbareng Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Kamis (20/8).
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan sudah menerapkan kebijakan buyback Surat Berharga Negara (SBN). Kebijakan buyback tersebut dieksekusi melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR).
Purbaya menjelaskan, buyback itu mempunyai tujuan nan sama dengan langkah nan ditempuh pemerintah AS, ialah menjaga likuiditas di dalam sistem perekonomian. “Tapi jelas concern-nya sama, dia (AS) bakal melakukan itu untuk menambah likuiditas di sistem perekonomian,” terangnya.
Sebab, pemerintah perlu mengambil langkah nan diperlukan ketika likuiditas di pasar terganggu agar kondisi perekonomian tetap terjaga. “Jadi jika pemerintah memandang di mana-mana likuiditasnya terganggu, dia bakal melakukan segala langkah nan halal, nan bisa dilakukan untuk memastikan ekonominya tidak terganggu. Jadi nan kita lakukan sama dengan nan Amerika lakukan,” ujar Purbaya.
Adapun Departemen Keuangan AS menggandakan nilai buyback surat utang pemerintah atau US Treasury dari maksimal 2 miliar dolar AS menjadi sedikitnya 4 miliar dolar AS per operasi.
Langkah tersebut bermaksud meredam tindakan jual masif, menjaga likuiditas pasar, serta menahan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS berjangka panjang, khususnya tenor 10 hingga 30 tahun. (Ant/P-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·