AS Resmi Hapus Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme, Sanksi Ekonomi Ditangguhkan

1 jam yang lalu 4
AS Resmi Hapus Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme, Sanksi Ekonomi Ditangguhkan Menteri Keuangan AS Scott Bessent(Media Sosial X)

PEMERINTAH Amerika Serikat secara resmi mencabut status Suriah dari daftar negara sponsor terorisme pada Senin. Langkah ini mengakhiri penetapan berdekade-dekade nan selama ini membatasi dan menghalang investasi asing di negara tersebut secara signifikan.

Selain mencabut status negara Suriah, Departemen Luar Negeri AS juga membatalkan penetapan Front al-Nusrah, nan juga dikenal sebagai Hay'at Tahrir al-Sham (HTS), sebagai organisasi teroris global. Langkah tersebut disusul langsung oleh Departemen Keuangan AS nan melonggarkan beragam hukuman ekonomi terhadap Suriah.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa kebijakan baru ini bermaksud untuk membuka jalan bagi pemulihan ekonomi dan stabilitas di area tersebut.

"Tindakan hari ini bakal membantu mendorong investasi tambahan di Suriah untuk mempromosikan stabilitas politik dan ekonomi," ujar Scott Bessent dalam pernyataan resminya.

Departemen Keuangan AS menyatakan langkah pembebasan hukuman ini sejalan dengan janji Presiden Donald Trump untuk memberikan kelonggaran hukuman bagi Suriah.

Kendati demikian, pihak berkuasa menegaskan perombakan kebijakan ini tidak bakal melonggarkan pengawasan terhadap potensi ancaman keamanan nan ada. Penghapusan pembatasan terhadap Suriah dinilai tidak mengubah posisi Departemen Keuangan dalam melawan terorisme dunia dan komitmen untuk menuntut pertanggungjawaban pihak-pihak jahat di Suriah.

Sebagai catatan, HTS sebelumnya dikenal sebagai Front Al-Nusra nan merupakan bagian Al-Qaeda di Suriah. Namun, golongan tersebut secara resmi memutuskan hubungan dengan grup jihadis tersebut pada tahun 2016 dan berupaya melunakkan gambaran publiknya.

Keputusan pemerintah AS untuk menghapus Suriah dari daftar sponsor terorisme sebenarnya telah direncanakan sejak Juli lalu. Kebijakan ini dipandang sebagai corak support dan kepercayaan terhadap pemimpin baru Suriah, Ahmed al-Sharaa.

Langkah ini menyusul pertemuan antara Donald Trump dan Ahmed al-Sharaa di sela-sela KTT NATO di Turki. Al-Sharaa, mantan militan nan sekarang berupaya menampilkan dirinya sebagai tokoh pemersatu, mengambil alih kepemimpinan setelah tumbangnya dinasti family Assad pada 2024 nan sebelumnya memimpin Suriah dengan tangan besi selama separuh abad. (AFP/Z-2)

Selengkapnya