Kondisi Kota Pekanbaru, Riau.(MI/Rudi Kurniawansyah)
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau mempunyai stok sekitar 110 ribu masker nan bakal didistribusikan untuk membantu masyarakat menghadapi akibat asap kebakaran rimba dan lahan (Karhutla), termasuk ke Kabupaten Pelalawan.
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, stok masker nan tersedia tersebut dapat langsung dimanfaatkan untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak asap, khususnya Pelalawan.
"Stok masker kita ada 110 ribu. Sampai November nanti, kita kudu cukup stok," kata SF Hariyanto, Minggu (23/8).
Ia menjelaskan, Pemprov Riau bakal mulai menyalurkan beragam support ke Pelalawan, pada Senin (24/8). Bantuan tersebut tidak hanya berupa masker, tetapi juga obat-obatan dan kebutuhan kesehatan lainnya.
"Besok kita bakal menyalurkan beragam bantuan, termasuk masker dan obat-obatan untuk masyarakat dan tim pemadam nan bekerja di lapangan," ujarnya.
Amankan Pasokan Masker hingga Obat
Ia meminta stok masker nan ada segera disalurkan ke wilayah nan membutuhkan, namun tetap memperhitungkan kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan.
Selain mengandalkan stok nan tersedia, Pemprov Riau juga meminta support tambahan dari pemerintah pusat. Dinas Kesehatan (Diskes) Riau telah bersurat ke pemerintah pusat untuk mengusulkan support guna memperkuat persediaan perlindungan kesehatan bagi masyarakat terdampak asap.
"Sampai November nanti, stok masker kita kudu cukup. Ini Dinas Kesehatan sudah bersurat juga ke Kementerian untuk mengusulkan bantuan, Alhamdulillah direspons baik," ujarnya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai corak antisipasi lantaran kebutuhan masker dan obat-obatan diperkirakan meningkat andaikan sebaran asap semakin meluas. Bantuan juga diarahkan untuk mendukung tim pemadam nan tetap bekerja di lapangan.
Selain masker, perhatian diberikan terhadap kebutuhan kesehatan golongan rentan, seperti ibu mengandung dan balita.
Berdasarkan info BMKG Pekanbaru, terdapat 355 titik panas alias hotspot di Provinsi Riau. Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, ialah 216 titik.
Dengan kondisi tersebut, Pemprov Riau memperkuat support perlindungan kesehatan sekaligus penanganan karhutla di lapangan melalui pengedaran support bagi masyarakat dan personel nan bertugas.(RK/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·