IIA Indonesia National Conference 2026(IIA)
Perkembangan kepintaran buatan (Artificial Intelligence/AI), dinamika akibat bisnis, serta perubahan izin nan semakin sigap mendorong pekerjaan auditor internal untuk memperluas perannya. Auditor tidak lagi cukup hanya memastikan kepatuhan, tetapi juga dituntut memberikan pandangan strategis dan membangun kepercayaan dalam organisasi.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam IIA Indonesia National Conference 2026 nan digelar The Institute of Internal Auditors (IIA) Indonesia di The Westin Surabaya. Mengangkat tema Beyond Assurance: From Compliance to Confidence, konvensi nan berjalan selama dua hari itu diikuti lebih dari 600 ketua dan praktisi audit internal dari beragam wilayah di Indonesia.
Presiden IIA Indonesia Angela Simatupang mengatakan, kegunaan audit internal pada dasarnya bukan sekadar memberikan penilaian bahwa seluruh proses organisasi melangkah baik. Auditor mempunyai tanggung jawab untuk membantu memastikan organisasi betul-betul mempunyai dasar nan kuat untuk mendapatkan kepercayaan dari para pemangku kepentingan.
"Internal Audit tidak menciptakan confidence dengan mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Tugas kita adalah membantu memastikan bahwa organisasi dan lembaga kita memang layak untuk dipercaya," ujar Angela, dikutip dari siaran pers, Rabu (19/8).
Dalam konvensi tersebut, IIA Indonesia turut memaparkan hasil survei mengenai penerapan Global Internal Audit Standards (GIAS). Hasil survei menunjukkan keahlian dalam melaksanakan penugasan audit relatif telah terbentuk, tetapi penerapan metodologi serta sistem pengawasan kualitas tetap memerlukan penguatan.
Angela mengungkapkan, baru sekitar 40% organisasi nan telah sepenuhnya menyesuaikan metodologi audit mereka dengan GIAS. Sementara itu, majelis nan secara rutin melakukan peninjauan terhadap Quality Assurance and Improvement Program (QAIP) baru mencapai 49%.
"Survei menunjukkan bahwa kita sudah cukup kuat dalam menjalankan penugasan audit. Namun, baru 40% organisasi nan metodologi auditnya telah sepenuhnya disesuaikan dengan GIAS, dan baru 49% majelis nan secara rutin meninjau QAIP. Metodologi, tata kelola, dan pengawasan kualitasnya tetap perlu kita perkuat bersama," tegasnya.
Menurut Angela, penguatan tersebut krusial agar pekerjaan audit internal di Indonesia dapat berkembang dengan tolok ukur nan sejalan dengan praktik internasional. Ia menilai keahlian auditor tidak cukup diukur dari keberadaan standar, tetapi juga dari konsistensi dan kualitas penerapannya.
"Kalau kita mau ahli Indonesia diakui bisa bersaing secara global, kita juga kudu berani diukur dengan benchmark nan digunakan secara global. Kematangan pekerjaan tidak diukur dari banyaknya standar nan kita buat, tetapi dari kualitas dan konsistensi kita dalam menerapkannya," tuturnya.
Konferensi tersebut juga menjadi forum untuk membahas sejumlah rumor strategis nan dihadapi organisasi saat ini. Pembahasan mencakup tata kelola dan audit internal, aspek environmental, social, and governance (ESG), perkembangan teknologi, hingga kebutuhan menyiapkan talenta auditor nan bisa menghadapi tantangan masa depan.
Sejumlah pejabat dan pemimpin organisasi turut datang dalam konvensi tersebut, antara lain Menteri Keuangan, Menteri Koperasi, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wakil Gubernur Jawa Timur, serta jejeran direksi, komisaris, dan Chief Audit Executive (CAE) dari beragam perusahaan, BUMN, dan lembaga pemerintah.
Angela berambisi pekerjaan audit internal Indonesia tidak hanya menjadi pengguna alias pembelajar dari beragam praktik terbaik nan berkembang di tingkat global. Menurutnya, Indonesia juga mempunyai kesempatan untuk memberikan kontribusi dan ikut membentuk perkembangan praktik ahli tersebut.
"Saya tidak mau Indonesia hanya menjadi negara nan selalu belajar dari praktik terbaik dunia. Saya mau Indonesia juga ikut membentuknya. Bukan lantaran kita mau bumi mengakui bahwa kita hebat, tetapi lantaran kualitas kita membikin bumi tidak punya pilihan selain mengakuinya," pungkasnya. (E-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·