Menhub Evaluasi Besar-besaran Aturan Kapal Penumpang, Ini Bocorannya

50 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan menyiapkan penguatan sistem pencatatan penumpang dan kendaraan sebelum kapal meninggalkan pelabuhan. Sistem tersebut diarahkan agar info nan tercatat di tiket, proses boarding dan kondisi sebenarnya di atas kapal tidak lagi berbeda.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menempatkan kecermatan manifest sebagai salah satu prioritas dalam pertimbangan keselamatan pelayaran. Pemerintah mau seluruh penumpang dan kendaraan dapat diketahui secara tepat sejak proses keberangkatan.

"Pertama, manifest 100% untuk penumpang dan kendaraan. Kita perlu membangun integrasi antara manifest, ticketing dan boarding sehingga jumlah penumpang, kendaraan dan muatan nan tercatat betul-betul sama dengan kondisi aktual di kapal," kata Dudy dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Rabu (19/8/2026).

Sistem pencatatan juga bakal diarahkan menjadi lebih sigap dan terintegrasi. Perubahan info nan terjadi sebelum keberangkatan kudu dapat langsung diperbarui sehingga info terakhir dapat digunakan oleh petugas.

"Kedua, manifest kudu real-time. Kami perlu menuju single info system sehingga perubahan info dapat langsung diperbarui dan divalidasi," ujarnya.

Pemudik tiba saat arus kembali Lebaran 2026 di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Pemudik tiba saat arus kembali Lebaran 2026 di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Pemudik tiba saat arus kembali Lebaran 2026 di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Selain jumlah penumpang, pemerintah juga mau identitas setiap orang nan berada di atas kapal dapat ditelusuri. Hal ini menjadi krusial dalam kondisi darurat ketika petugas kudu segera mengetahui siapa saja nan berada di kapal.

"Ketiga, tiket perseorangan dan kecermatan identitas penumpang. Setiap orang nan berada di atas kapal kudu tercatat dan dapat ditelusuri. Ini menjadi krusial ketika terjadi kondisi darurat," kata Dudy.

Pemerintah juga menyiapkan penguatan pengawasan terhadap kendaraan dan muatan sebelum boarding. Proses pemeriksaan bakal dilakukan secara berlapis oleh operator dan petugas kapal.

Data kendaraan kemudian bakal dimasukkan ke dalam sistem deklarasi muatan. Pemerintah juga mendorong penggunaan timbangan kendaraan untuk memastikan berat dan pengedaran muatan sesuai dengan keahlian kapal.

"Prosedur pemeriksaan diawali pengecekan jumlah penumpang dan peralatan dalam kendaraan oleh operator pada check-in gate nan kemudian diperiksa ulang oleh petugas operator kapal. Hal info muatan kendaraan diinput oleh operator kapal ke dalam sistem cargo declaration," ujarnya.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya