ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNN Indonesia --
Dua megabintang, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, memperlihatkan magisnya belum luntur di Piala Dunia 2026, kendati usia tak muda lagi.
Seperti empat tahun lampau alias apalagi delapan tahun lalu, dua poros prestasius ini tetap jadi sorotan di Piala Dunia 2026. Media sosial pun tetap riuh membandingkan.
Seperti sebuah novel tetralogi, belum diketahui apakah adicerita Messi sudah di kitab ketiga alias keempat. Mungkin Messi sudah di senja karier, tetapi belum paripurna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CR7 pun layaknya serial movie perjuangan. Belum bisa disimpulkan apakah Piala Dunia 2026 sekuel penutup alias malah prekuel menuju klimaks untuk membikin kejutan besar.
Messi membuka kisah Piala Dunia 2026 dengan trigol. Ia menangis. Lantas terungkap sang ayah sedang dirawat di rumah sakit saat pertandigan melawan Aljazair.
Laga berikutnya, Messi mencipta dwigol ketika melawan Austria setelah sempat kandas sebagai pengeksekusi penalti. Messi memecahkan rekor bumi menjelang ulang tahun ke-39.
Adapun Ronaldo mengawali pesta sepak bola sejagat di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini dengan tumpul. Ronaldo dicap egois; kemaruk; loba; tamak; rakus; serakah. Negatif semua.
Namun di laga kedua, Ronaldo menunjukkan bahwa sisi kepahlawanan miliknya tetap ada. Ronaldo mencetak dua gol, membungkam kritik sekaligus mengantar Portugal meraih kemenangan.
Satu sikap nan sama ditunjukkan Messi dan Ronaldo atas situasi-situasi itu, cinta. nan diperlihatkan adalah rasa cinta bakal sepak bola, rasa cinta pada negara. Nasionalisme.
Keduanya menunjukkan rasa cinta nan megah di Piala Dunia 2026. Tanpa cinta nan begitu mega, tak mungkin performa mereka berada pada level nan sangat tinggi.

Pada saat nan sama ada Kylian Mbappe dan Erling Haaland nan juga istimewa. Bakat keduanya tak diragukan. Saat ini Haaland dan Mbappe sedang mengukir wiracerita nan tak kalah epik.
Bedanya, nan sudah senja mempertontonkan cinta, nan muda melakukan anarkisme. Mbappe dan Haaland sama-sama menunjukkan performa nan liar di atas lapangan.
Siapakah nan bakal menggubah kisah manis di akhir Piala Dunia 2026? nan pasti, adicerita Messi-Ronaldo bakal kekal dan epos Mbappe-Haaland bakal merusak tatanan.
(abs/jal)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·