Ilustrasi(Dok BNPB)
BADAN Geologi melaporkan tiga kejadian musibah dalam peristiwa gempa di Nusa Tenggara Timur. Selain gempa bumi, dua peristiwa lainnya adalah tsunami dan aktivitas tanah.
Gempa bumi dilaporkan berakibat di Kabupaten Nagekeo dan Sikka. Sementara tsunami di Nagekeo dan aktivitas tanah di Nagekeo, Sikka serta Manggarai.
Pada peristiwa gempa bumi di Nagekeo, Badan Geologi menemukan kerusakan gedung nan mengharuskan penduduk mengungsi. Kondisi ini sangat penting.
"Masyarakat kudu tetap berada di tempat pengungsian sampai kondisi gedung dinyatakan aman," kata Kepala Badan Geologi Lana Saria.
Gempa di Sikka, Badan Geologi menemukan kerusakan signifikan pada sejumlah bangunan.
"Kebutuhan awal meliputi assessmen kepantasan gedung secara lebih lanjut, pengamanan terhadap bagian gedung nan rusak dan berpotensi membahayakan, serta penyediaan material untuk perbaikan rumah terdampak," tambah Lana.
Sementara mengenai tsunami di Nagekeo, Badan Geologi menemukan adanya jejak tsunami berupa genangan dengan kedalaman sekitar 0,5 meter, ketinggian limpasan sekitar 1 meter, serta jangkauan air 100–150 meter.
"Di Marapokot tercatat 240 jiwa dari 80 kepala family mengungsi, sedangkan di Anakoli tercatat 703 jiwa dari 187 KK. Tidak terdapat korban jiwa," jelasnya.
Di sisi lain, aktivitas tanah di Nagekeo menyebabkan retakan pada badan jalan di Pelabuhan Marapokot. "Diperlukan penanganan dan perbaikan segera," tandas Lana.
Di Sikka, aktivitas tanah menyebabkan longsoran material tanah, batuan dan keruntuhan lereng pada beberapa lokasi.
Sementara aktivitas tanah di Manggarai, ditemukan material longsoran pada lereng nan berpotensi memengaruhi kondisi lereng dan lingkungan sekitar. (SG/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·