Badko HMI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara

2 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

loading...

Tim campuran Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya membawa sejumlah perangkat bukti usai penggeledahan di Kafe DeClan Signature, Jalan Cipete Raya, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026). Foto/Dok. SindoNews

JAKARTA - Ketua Umum Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jabodetabeka-Banten Fachri Muhammad mengapresiasi dan support penuh kepada Polri. Dukungan ini diberikan atas langkah sigap Kortastipidkor dan Polda Metro Jaya mengusut tuntas skandal dugaan korupsi pemenuhan pasokan batu bara senilai Rp5 triliun nan sempat memicu terjadinya blackout (mati listrik massal) di beberapa wilayah Indonesia.

Fachri Muhammad mengatakan, langkah tegas Polri sangat krusial dalam menyelamatkan ketahanan daya nasional. Kasus nan terindikasi merugikan negara hingga triliunan rupiah ini dinilai telah berakibat sistemik terhadap rencana hidup orang banyak. Baca juga: Usut Korupsi Batu Bara hingga Asabri, Polisi Geledah Kafe dan Money Changer di Jaksel

"Kami mengapresiasi dan mendukung penuh mobilitas sigap Polri nan telah meningkatkan status penanganan kasus dugaan korupsi pasokan batu bara ini ke tingkat penyidikan. Dampak dari penyelewengan ini sangat fatal, tidak hanya merugikan finansial negara, tetapi juga langsung menyengsarakan masyarakat luas akibat pemadaman listrik massal (blackout)," katanya kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).

Menurut Fachri, sektor daya seperti batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) merupakan instrumen vital bagi stabilitas dan perputaran roda ekonomi nasional. Gangguan pasokan akibat praktik koruptif dinilai dapat memperburuk suasana investasi serta menurunkan daya saing Indonesia di kancah global.

"Korupsi di sektor daya ini akibat dominonya sangat besar. Ketika listrik meninggal massal, pelaku UMKM, industri, hingga aktivitas sosial masyarakat lumpuh total. Oleh lantaran itu, para pelaku nan memanipulasi pasokan batu bara ini kudu ditindak tegas dan dihukum seberat-beratnya demi memberikan pengaruh jera," tambahnya. Baca juga: HMI MPO Dorong Percepatan Reformasi Nasional

Fachri juga mendorong tim interogator Polri agar terus mengusut tuntas seluruh pihak nan terlibat. Termasuk mendalami indikasi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) serta menyeret tokoh intelektual di kembali skandal tersebut tanpa pandang bulu. "Kami berambisi Polri tidak ragu untuk menindak siapa pun oknum nan bermain, baik dari korporasi swasta maupun pihak mengenai lainnya," pungkas Fachri.

(poe)

Selengkapnya