Bahlil Buka Tender PLTS 100 GW Tahap Pertama 30 GW Tahun Ini

54 menit yang lalu 2
Bahlil Buka Tender PLTS 100 GW Tahap Pertama 30 GW Tahun Ini Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.(Dok. Antara)

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan pemerintah segera membuka tender pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt (GW). Sebagai langkah awal, tender tahap pertama bakal difokuskan pada kapabilitas 30 GW nan dimulai pada tahun ini.

Bahlil menjelaskan bahwa rencana ini telah dibahas berbareng Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo. Langkah strategis tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong transisi daya nasional melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

“Tahun ini, kami bakal mulai masuk tahap pertama pembangunan 30 GW. Dengan Pak Dirut PLN, kami sudah bahas. Tendernya kami bakal mulai lakukan,” ujar Bahlil dilansir dari Antara, Rabu (19/8).

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, pemerintah menargetkan sekitar 70–75 persen kapabilitas listrik berasal dari EBT. Hal ini juga didukung dengan pengembangan sistem penyimpanan daya seperti baterai dan pumped storage untuk menjaga stabilitas pasokan.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan kesungguhan pemerintah dalam mendorong pembangunan PLTS hingga 100 GW dalam beberapa tahun ke depan. Selain membangun PLTS, pemerintah juga berencana menghentikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebesar 13 GW pada tahun 2026.

Pemanfaatan daya surya dinilai sangat potensial mengingat Indonesia mendapatkan sinar mentari sepanjang tahun. Selain memperkuat kemandirian daya di wilayah terpencil, langkah ini bermaksud mengurangi ketergantungan pada impor BBM untuk pembangkit listrik.

Berdasarkan kalkulasi Kementerian Koordinator Perekonomian, pembangunan PLTS skala besar ini berpotensi menghemat biaya pokok produksi listrik hingga Rp73,9 triliun per tahun. Penghematan tersebut diharapkan dapat memperkuat devisa negara dan menciptakan efisiensi anggaran daya nasional secara signifikan. (Ant/Z-10)

Selengkapnya