ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto resmi meluncurkan bahan bakar minyak (BBM0 jenis solar dengan campuran bahan bakar nabati (BBN) berbasis minyak kelapa sawit 50% alias biodiesel 50% (B50) pada hari ini, Kamis (9/7/2026).
Dalam peresmian itu, Bahlil menyatakan, bahwa B50 tidak bakal melangkah tanpa kehadiran PT Pertamina (Persero). Alasannya, lantaran Fatty Acid Methyl Ester (FAME) alias bahan bakar nan berasal dari minyak nabati itu 80% diolah sampai lembut oleh perusahaan migas pelat merah ini.
"Jujur Pak (Presiden RI Prabowo Subianto), jika tanpa Pertamina B50 ini nggak melangkah lantaran 80% dari FAME itu diolah sampai lembut oleh Pertamina. Saking olahannya, harga-harganya kadang-kadang naik turun-naik turun, Pak, gitu. Mudah-mudahan dengan peluncuran ini lebih paten harganya," terang Bahlil dalam sambutannya di Peresmian Peluncuran Mandatori B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
Bahlil mengisahkan, sejatinya, kebijakan mandatori alias pencampuran BBM dengan BBN itu memerlukan waktu, paling maksimal 10 tahun serta 3 tahun dalam melakukan uji coba. Sebagaimana diketahui, penyelenggaraan B50 melangkah setahun pasca penyelenggaraan B40 pada tahun 2025 lalu.
"Jujur kami katakan, bahwa ini bukan pekerjaan nan mudah. Karena biasanya tahapannya itu Bapak Presiden, naik 5%, maksimal 10. Itu pun 10 tahun itu dia 3 tahun baru bisa kita melakukan uji coba. Tapi perintah Bapak Presiden waktu itu, Bapak Presiden mengatakan bahwa gimana caranya pun B50 kudu kita bisa luncurkan di 2026,"
"Karena kami memaknai pengarahan dan perintah Bapak Presiden tidak hanya persoalan B50-nya, tapi persoalan kedaulatan, kemandirian, dan nilai diri bangsa untuk bisa kita menghasilkan daya dari negara kita sendiri," tegas Bahlil.
Atas dasar pengarahan itu, Bahlil menambahkan, tim dari lintas Kementerian langsung melakukan koordinasi untuk B50 bisa segera diluncurkan.
"Ini test case-nya 6 bulan. Jadi kereta api, mobil, mobil Mercedes pun dites, pak. Tidak hanya Toyota, Mercedes pun oke. Jadi ini dari Asia sampai Eropa semua kita bikin. Kapal-kapal semuanya kita tes. Dan Alhamdulillah Pak hasil test-nya rupanya kualitas B50 jauh lebih baik daripada B40," urai Bahlil.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·