Bak di Tokyo, Jakarta Bakal Punya Mal Bawah Tanah Nyambung MRT

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - PT MRT Jakarta (Perseroda) membuka kesempatan memperluas konektivitas bawah tanah nan menghubungkan stasiun MRT dengan area komersial. Kawasan Blok M hingga Senayan menjadi salah satu letak nan berpotensi dikembangkan, meski belum ada keputusan pembangunan jalur bawah tanah baru.

Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) Ferdiansyah Roestam mengatakan proyek extended concourse di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI) menjadi proyek pertama nan dapat dijadikan model untuk pengembangan serupa.

"Extended concourse ini belum pernah ada, saya kudu akui itu. Salah satu tantangan nan paling berat adalah there's no evidence proyek sebelumnya nan similar," kata Ferdi, dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (23/8/2026).

Menurut Ferdi, pengalaman membangun ruang bawah tanah di Bundaran HI menjadi pembelajaran penting, terutama lantaran kondisi utilitas bawah tanah sering kali tidak sesuai dengan gambar teknis.

"Kita drill, kita buka, hopefully 1 meter rupanya 30 sentimeter, 40 sentimeter udah ada kabel. Lumayan putar otak kita secara engineering," ujarnya.

Peluang pengembangan konektivitas bawah tanah juga muncul dari pengalaman menghubungkan pusat perbelanjaan dengan MRT di area Blok M. Ferdi mencontohkan sebuah mal nan sebelumnya kesulitan meningkatkan tingkat keterisian, tetapi setelah terhubung dengan MRT melalui jembatan layang, tingkat okupansinya disebut mencapai 99,9%.

"It's all about MRT get connected semudah itu akhirnya dan membantu orang dari radius mana pun untuk tersambung. Itu jadi preseden nan cukup berbobot untuk kita," katanya.

Menurut dia, konsep serupa dapat dikembangkan di area lain, termasuk area komersial di Jalan Asia Afrika, Senayan.

"Beberapa waktu nan lampau Pak Gubernur (Pramono Anung) memang menyampaikan ada harapannya untuk salah satu, dua mal nan ada di Jalan Asia Afrika untuk tersambung lewat bawah. But again, itu tidak tersambung secara langsung dengan moda transportasi," tutur Ferdi.

Namun, kesempatan tersebut belum berfaedah MRT Jakarta segera membangun jalur bawah tanah baru di Blok M alias Senayan. Pengembangan bakal berjuntai pada kesiapan kawasan, pemilik aset, perencanaan bangunan, serta integrasi dengan jaringan transportasi publik. Pemprov DKI juga tengah mendorong konsep gedung multifungsi nan menggabungkan pusat belanja, perkantoran hingga area olahraga.

Saat ini, konsentrasi ITJ dan MRT Jakarta tetap pada pembangunan extended concourse Bundaran HI seluas sekitar 4.439 meter persegi. Area tersebut disiapkan dengan 24 ruang multifungsi untuk aktivitas komersial, F&B, lifestyle dan layanan, sekaligus dirancang terhubung dengan basement 1 Plaza Indonesia serta area basement Wisma Nusantara melalui knock-down panel.

"Area ini direncanakan, disiapkan untuk bisa menjadi area multifungsi dan juga area retail untuk mendukung mobilitas dan beragam aktivitas nan bakal dijalankan untuk mendukung ridership," kata Ferdi.

Proyek extended concourse Bundaran HI ditargetkan rampung pada Mei 2027 dan diresmikan Juni 2027, sekaligus menjadi referensi untuk memandang potensi pengembangan konektivitas bawah tanah di area MRT lainnya.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya