ARTICLE AD BOX
Longsor akibat hujan deras menerjang Wayanad, India, menewaskan sedikitnya lima orang. Tim penyelamat tetap mencari korban nan diduga tertimbun material.
Tim penyelamat membersihkan timbunan material pascalongsor di dekat Jembatan Meenakshi, area proyek terowongan di Distrik Wayanad, Kerala, India selatan, Rabu (7/7/2026). Bencana nan dipicu hujan deras sehari sebelumnya menewaskan sedikitnya lima orang. Hingga kini, operasi pencarian tetap berjalan lantaran sejumlah korban diduga tetap tertimbun reruntuhan. (REUTERS/CK Thanseer)
Dilansir NDTV Rabu (8/7/2026), longsor terjadi di dekat Jembatan Meenakshi, area Kalladi, di sekitar letak proyek pembangunan jalan terowongan Anakkompoyil-Meppadi nan menghubungkan Distrik Malappuram dan Wayanad. Para pekerja bangunan berada di letak ketika musibah terjadi. (REUTERS/CK Thanseer)
Tim penyelamat berbareng penduduk setempat langsung melakukan pemindahan korban. Otoritas memperkirakan sekitar 10 orang tetap tertimbun, sedangkan enam korban luka telah dilarikan ke rumah sakit dan dilaporkan dalam kondisi stabil. Personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta National Disaster Response Force (NDRF) diterjunkan ke lokasi. Menteri Pendapatan Kerala AP Anil Kumar mengatakan operasi pengamanan telah dimulai dengan support puluhan personel NDRF. (REUTERS/CK Thanseer)
Pihak berkuasa menyebut wilayah tersebut diguyur hujan hingga 265 milimeter dalam 24 jam terakhir. Curah hujan nan sangat tinggi diduga menjadi pemicu longsor, sementara sejumlah kendaraan proyek turut rusak akibat tertimbun material. Pemerintah Kerala segera menggelar rapat darurat setelah bencana. Kepala Menteri memerintahkan operasi pengamanan dan support dilakukan secara maksimal serta menginstruksikan dua menteri untuk langsung menuju letak guna mengawasi proses evakuasi. (REUTERS/CK Thanseer)
Sebuah video nan beredar di media sosial memperlihatkan penduduk berlarian menyelamatkan diri saat tanah tiba-tiba amblas dan berubah menjadi gelombang material longsor nan menyerupai tsunami darat. Arus lumpur dan bebatuan itu menerjang gedung di sekitarnya serta menyeret sebuah truk nan berada di jalurnya. (Tangkapan Layar X/@KP_Aashish)
Selain itu, pemerintah menyoroti dugaan kelalaian dalam proyek pembangunan terowongan. Menteri T Siddique menyebut longsor tersebut sebagai "bencana akibat ulah manusia" dan menuding pihak Konkan Railways mengabaikan peringatan sebelumnya mengenai potensi longsor di letak proyek. (Tangkapan Layar X/@KP_Aashish)
Di tengah proses penyelamatan, Departemen Meteorologi India (IMD) mengeluarkan peringatan merah untuk Wayanad akibat hujan ekstrem. Peringatan serupa juga diberlakukan di Distrik Kozhikode, sementara beberapa distrik lain di Kerala berstatus siaga oranye lantaran ancaman hujan lebat. (Tangkapan Layar X/@KP_Aashish)
source on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·