ARTICLE AD BOX
loading...
Muhammad Ari Pratomo. Foto: Istimewa
JAKARTA - Perkembangan industri imajinatif dan literasi di era digital menuntut adanya integrasi antara edukasi publik, pelindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan seni. Menghadapi dinamika tersebut, pendekatan multidisiplin menjadi salah satu strategi bagi para ahli untuk mendistribusikan info norma agar lebih mudah diakses oleh masyarakat luas, tanpa mengesampingkan nilai estetika dan kemanusiaan.
Merespons kebutuhan tersebut, sebuah ekosistem imajinatif berjulukan PT MuhammadAriLaw Pustaka Nada resmi beraksi sebagai wadah nan menggabungkan publikasi buku, literasi hukum, dan industri musik secara profesional. Ekosistem ini diinisiasi oleh Muhammad Ari Pratomo, seorang advokat dan praktisi norma nan menyampaikan keadilan lewat karya tulis dan musik.
Melalui entitas ini, beragam karya intelektual dan seni dipublikasikan secara resmi untuk mendorong kesadaran norma dan transformasi digital di Indonesia. Sebagai sebuah inisiatif edukasi, platform ini telah memfasilitasi publikasi puluhan karya lintas disiplin.
Baca juga: Pererat Silaturahmi, AKHKI Komisariat Jakarta Gelar Buka Puasa Bersama








English (US) ·
Indonesian (ID) ·