Distribusi support gempa NTT ke sembilan titik.(Dok. Apersi)
SEJUMLAH penduduk terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap memilih tidur di tenda lantaran cemas terhadap gempa susulan. Kondisi itu ditemukan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) saat menyalurkan bantuan di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.
Gempa berkekuatan 7,7 SR tersebut diikuti lebih dari 4.000 gempa susulan. Warga mendirikan tenda secara berdikari di laman rumah dan area terbuka.
Wakil Ketua Umum APERSI Adi Dharma mengatakan, kondisi NTT membikin pihaknya memperluas penyaluran support tahap pertama dari semula enam menjadi sembilan titik. Perluasan dilakukan berasas pemetaan kebutuhan dan kondisi penduduk di lapangan.
“Rencananya hanya disalurkan di enam titik, namun kita sukses memperluas menjadi sembilan titik pengedaran dengan langkah pemetaan kebutuhan dan kondisi aktual di lapangan,” kata Adi.
Bantuan disalurkan ke sejumlah wilayah, antara lain Kampung Wudi, Gapong, Gumbang, Waepesi, dan Ngorang di Kabupaten Manggarai serta Kampung Saterteu di Kabupaten Manggarai Timur.
Penggalangan biaya melalui program APERSI Peduli Bencana NTT dimulai pada 15 Agustus 2026. Bantuan tahap pertama diprioritaskan bagi wilayah dengan akibat musibah besar dan jumlah korban meninggal nan tinggi.
Hingga rapat pertimbangan pada 22 Agustus 2026, biaya nan terkumpul mencapai sekitar Rp250 juta. Sebanyak Rp100 juta telah digunakan untuk penyaluran support tahap pertama.
APERSI Siapkan 1.500 Paket Bantuan
APERSI menyiapkan sekitar 1.500 paket support untuk penyaluran tahap kedua. Bantuan tersebut bakal disalurkan ke Kabupaten Ende, Sikka, dan Nagekeo.
Ketua APERSI NTT Thomas Lay mengatakan setiap kabupaten bakal menerima sekitar 500 paket bantuan.
“Distribusi tahap kedua direncanakan menyasar tiga kabupaten, ialah Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo dan setiap kabupaten mendapatkan 500 paket bantuan,” ujar Thomas.
Ketiga kabupaten tersebut dipilih lantaran mengalami kerusakan rumah nan cukup besar akibat bencana.
Secara keseluruhan, support tahap pertama dan kedua diperkirakan menjangkau sekitar 2.500 family terdampak. Penyaluran tahap kedua ditargetkan berjalan pada awal September 2026.
Bantuan Berisi Kebutuhan Harian
APERSI bakal mengemas support tahap kedua dalam paket perseorangan menggunakan goodie bag alias totebag. Cara tersebut dipilih agar support dapat diterima langsung oleh family terdampak.
Setiap paket diperkirakan berbobot Rp100.000 hingga Rp150.000. Isinya meliputi kebutuhan kebersihan atau hygiene kit, seperti pasta gigi, sabun, sampo, handuk, dan pembalut, serta sejumlah kebutuhan pokok.
Adi mengatakan pertimbangan penyaluran tahap pertama dilakukan untuk memastikan support lebih mudah didistribusikan dan sesuai dengan kebutuhan warga.
“Evaluasi ini dilakukan agar support berikutnya tidak hanya sampai ke wilayah terdampak, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Adi.
APERSI tetap membuka support dari mitra, pengurus daerah, anggota, dan pihak lain untuk mendukung penyaluran support tahap kedua bagi penduduk terdampak musibah di NTT. (Z-10)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·