ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - PT TASPEN (Persero) mengimbau seluruh peserta dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap beragam modus penipuan nan mengatasnamakan TASPEN. Modus tersebut terus berkembang, mulai dari penggunaan akun media sosial palsu, pesan melalui WhatsApp, penyebaran tautan phishing, pemalsuan surat alias arsip resmi.
Modus penipuan ini apalagi memanfaatkan teknologi kepintaran buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membikin konten, gambar, suara, maupun video nan menyerupai identitas resmi perusahaan. Salah satu modus nan saat ini ditemukan adalah penawaran program penyaluran biaya support bagi pensiunan melalui kanal komunikasi tidak resmi nan berpotensi menyesatkan masyarakat.
Corporate Secretary TASPEN Henra menegaskan, perlindungan peserta merupakan salah satu prioritas utama TASPEN dalam menghadapi meningkatnya beragam modus kejahatan digital nan memanfaatkan nama perusahaan.
"TASPEN senantiasa berkomitmen melindungi peserta dari beragam potensi kejahatan digital nan memanfaatkan nama perusahaan. Kami mengimbau peserta dan masyarakat untuk selalu memverifikasi setiap info nan diterima serta tidak mudah memberikan info pribadi kepada pihak nan tidak dapat dipastikan keabsahannya," kata dia dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).
Berdasarkan Indeks Literasi Digital Nasional nan dirilis Kementerian Komunikasi dan Digital, tingkat literasi digital masyarakat Indonesia berada pada skor 3,54 dari skala 5. Meski terus menunjukkan peningkatan, aspek keamanan digital tetap perlu diperkuat di tengah berkembangnya beragam modus kejahatan siber.
Selain itu, info Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah penelitian menunjukkan bahwa golongan lanjut usia tetap menghadapi tantangan dalam memahami keamanan digital dan memverifikasi info nan diterima.
Kondisi ini menjadi perhatian unik mengingat sebagian besar peserta TASPEN merupakan golongan pensiunan, sehingga peningkatan literasi digital menjadi salah satu langkah krusial untuk melindungi peserta dari beragam corak penipuan nan memanfaatkan teknologi dan media digital.
Sebagai corak perlindungan kepada peserta, TASPEN mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip "Tahan, Pastikan, Laporkan" dalam menyikapi setiap info nan diterima.
Masyarakat diharapkan menahan diri untuk tidak langsung mempercayai info nan beredar, memastikan kebenaran info melalui kanal resmi TASPEN, serta melaporkan akun alias pihak nan terindikasi melakukan penipuan.
"TASPEN menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah meminta peserta untuk bayar biaya manajemen tertentu, mengirimkan kode OTP, PIN, kata sandi, maupun info rahasia lainnya untuk memperoleh jasa alias faedah program," ungkap Henra.
TASPEN juga membujuk masyarakat untuk memperoleh info hanya melalui kanal resmi, termasuk situs resmi TASPEN, akun media sosial resmi TASPEN, aplikasi Andal by Taspen, instansi bagian TASPEN, serta Call Center TASPEN 1500 919. Langkah preventif ini sejalan dengan komitmen TASPEN sebagai Center of Excellence di bagian agunan sosial nan mengedepankan aspek keamanan, transparansi, dan kenyamanan bagi peserta.
"Hal ini juga menjadi corak support nyata terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan serta perlindungan bagi ASN dan Pejabat Negara. TASPEN berkomitmen untuk memastikan setiap kewenangan peserta terpenuhi secara tepat waktu, aman, dan akuntabel melalui jasa nan andal serta perlindungan nan berkepanjangan bagi seluruh peserta," pungkas dia.
(rah/rah)
Addsource on Google

1 hari yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·