Gempa di NTT(MI/Alexander P Taum)
BADAN Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengevakuasi tiga korban nan tertimpa reruntuhan gedung akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Jadi, tiga korban tersebut telah dievakuasi; satu di antaranya meninggal bumi dan dua orang mengalami luka-luka," kata Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, di Jakarta, Sabtu.
Edy menjelaskan, proses pemindahan dilaksanakan tim SAR campuran di area Pelabuhan Lauren Say Maumere, Kabupaten Sikka. Bangunan di area pelabuhan tersebut roboh pascagejolak gempa nan berpusat di kedalaman 15 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada Sabtu pagi.
"Saat terjadi gempa, gedung nan berada di Pelabuhan Lauren Say Maumere-Sikka roboh dan menimpa warga," ujar Edy.
Kantor SAR Maumere mengonfirmasi bahwa korban meninggal bumi teridentifikasi berjulukan Meliana Nenong, 54, seorang perempuan. Seluruh korban, baik nan meninggal bumi maupun luka-luka, telah dilarikan oleh tim SAR campuran ke RSUD T.C. Hillers Maumere untuk mendapatkan penanganan medis dan pemulasaraan.
"Jadi tiga korban, mereka sukses dievakuasi, satu di antaranya meninggal bumi dan dua orang mengalami luka-luka," lanjut Edy menegaskan kembali.
Guna mengantisipasi akibat lanjutan, tim SAR campuran berbareng personel Kantor SAR Maumere diterjunkan ke pusat akibat di Kabupaten Nagekeo serta area terdampak lainnya untuk memperluas area penyisiran dan evakuasi.
Hingga saat ini, Basarnas terus berkoordinasi secara intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat serta unsur TNI-Polri. Langkah konsolidasi pendataan korban dan penanganan darurat di lapangan dipastikan terus melangkah dengan cepat. (Ant/Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·