Ilustrasi(Dok Istimewa)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan Centre for Islamic Dakwah and Education (CIDE) menjajaki kesempatan kerja sama mengenai penggalangan biaya untuk pembangunan pusat organisasi Muslim di Sydney, Australia dalam audiensi CIDE ke Kantor Baznas RI, Jakarta, Rabu (12/8).
Kolaborasi ini digagas guna memfasilitasi ratusan penduduk Muslim Indonesia di Sydney nan dalam sembilan tahun terakhir terpaksa terus menyewa tempat untuk setiap aktivitas dakwah dan keagamaan.
Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, mengatakan mobilisasi biaya bakal dilakukan melalui skema co-fundraising nan transparan dan dapat dipantau berbareng oleh kedua belah pihak.
"Kalau kita bisa fundraising-kan, berapapun biaya terkumpulkan bisa membantu pembangunan ini," jelas Rizaludin Kurniawan nan menerima delegasi CIDE, Rabu (12/8).
Menurutnya, Baznas RI telah berilmu dan mempunyai rekam jejak sukses dalam mengelola mobilisasi biaya berbasis program tematik berbareng beragam yayasan kemanusiaan.
Rizaludin menilai kemitraan ini dapat mengoptimalkan penghimpunan biaya melalui ekosistem Baznas RI nan mempunyai jangkauan dermawan luas dari beragam kalangan, apalagi kelak berambisi bisa terbentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas di Australia dengan menyesuaikan izin nan berlaku.
"Penggalangan biaya melalui kelembagaan resmi Baznas juga bakal menjamin legalitas, transparansi, serta jangkauan publikasi nan lebih kondusif dan terpercaya, apalagi bisa saja kelak dibentuk UPZ di Australia." kata Rizaludin.
Sementara itu, Pengurus CIDE Sydney, Ustadz Shaifurrokhman Mahfudz, menyampaikan audiensi ini dilakukan untuk mengonsultasikan rencana penggalangan biaya pembangunan pusat aktivitas masyarakat Muslim Indonesia di Australia.
Langkah ini diambil setelah selama sembilan tahun terakhir organisasi Muslim Indonesia di Sydney kudu menyewa tempat untuk memfasilitasi beragam aktivitas dakwah dan pembinaan penduduk diaspora.
Shaifurrokhman mengatakan, inisiatif penjajakan kerja sama ini ditujukan untuk mewujudkan tempat ibadah nan permanen sekaligus memastikan skema pengumpulan bantuan lintas negara mematuhi izin finansial di Indonesia maupun Australia.
"Jadi lantaran itu sebelum kita melangkah di sana, kita kudu sowan dulu ke Baznas, meminta pandangan, masukan, dan seterusnya," kata Ustadz Shaifurrokhman Mahfudz. (H-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·