Begini Transformasi Kinerja BUMN di Bawah Danantara

3 jam yang lalu 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Chief Operating Officer BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria mengungkapkan beragam transformasi nan telah dilakukan BUMN. Upaya transformasi ini pun mulai menunjukkan hasil positif bagi keahlian BUMN hingga semester I-2026.

Dony menyebutkan, perbaikan keahlian terlihat dari sejumlah BUMN seperti PT Pupuk Indonesia, PT Pegadaian hingga PT Timah dan PT Semen Indonesia. Dari sisi Semen Indonesia, terdapat masalah mengenai sistem mega pengedaran terpusat nan menyebabkan perusahaan kesulitan mengakses pasar secara langsung. Alhasil, transformasi dilakukan melalui perombakan manajemen untuk memperbaiki persoalan upaya model, pemasaran, hingga operasional perusahaan.

Selanjutnya, Pegadaian melakukan transformasi melalui digitalisasi dan ekspansi segmen pasar baru di produk emas serta perombakan susunan manajemen. Dalam perihal ini, Pegadaian ditargetkan bisa mendapatkan untung bersih Rp 12 triliun di akhir tahun 2026.

"Kemudian ini menunjukkan bahwa transformasi nan kita lakukan dan itu terlihat dari net incomenya. Saya optimis tahun ini itu Pegadaian bakal bisa tutup untung Rp 12 triliun. Jadi kita tidak pernah bisa membayangkan Pegadaian ini punya untung Rp 12 triliun tahun ini ya," jelas Dony dalam Squawk Box CNBC Indonesia, Senin (24/8/2026).

Transformasi juga dilakukan oleh Pupuk Indonesia mengenai perubahan upaya model, sehingga perusahaan bisa menekan biaya produksi. Ditambah lagi, produktivitas Pupuk Indonesia ikut meningkat sehingga perusahaan bisa menghasilkan produk nan layak diekspor.

Dony juga menyampaikan bahwa transformasi di sektor daya mengenai Pertamina dengan melakukan merger antara PT Pertamina International Shipping (PIS), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) menjadi Subholding Downstream (Hilir) sejak Februari 2026.

Selain itu, Danantara mengawal proses restrukturisasi Krakatau Steel. Produsen baja ini juga melakukan perbaikan produksi dan finansial sehingga kembali bisa kembali beraksi dan mencatatkan keuntungan.

"Terutama sekali real bahwa kita melakukan improvement di sisi performance daripada perusahaan-perusahaan lain. Saya sangat happy memandang satu persatu ya. Krakatau Steel tadinya waktu bisa bayangkan waktu Krakatau Steel kita ambil alih, hutangnya Rp 26 triliun, pabriknya tidak ada satupun nan jalan, dia punya blast furnace mangkrak nggak hidup, punya satu HSM saja itu terbakar tidak hidup juga, perusahaan kosong, tidak ada aktivitas sama sekali. Kemudian kita mulai melakukan restrukturisasi dari Krakatau Steel dibantu oleh Pak Dirut nan luar biasa," terang dia.

Tak ketinggalan, Kimia Farma juga disebut bisa mengubah keahlian finansial dari posisi negatif menjadi positif setelah dilakukan pembenahan secara menyeluruh. Lantas, faedah dari perbaikan keahlian nan dilakukan BUMN-BUMN ini bakal dirasakan oleh masyarakat secara luas.

Dony turut menjelaskan, selama ini masalah utama BUMN berasal dari tiga hal, antara lain investasi berlebihan, rekayasa keuangan, dan fraud. Oleh karena itu, Danantara sekarang mewajibkan setiap investasi menghitung tingkat pengembalian alias return on investment.

Selain itu, Danantara juga terus berupaya melakukan impairment terhadap beragam aset dan perusahaan nan dinilai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Danantara menegaskan bahwa perusahaan BUMN tidak boleh lagi melakukan pemolesan laporan finansial hanya agar terlihat sehat.

Transformasi domestik tentu bukan satu-satunya langkah strategis dari Danantara. Dalam beberapa waktu terakhir, Danantara juga aktif mendorong BUMN-BUMN untuk berekspansi ke pasar global. Sebagai contoh, Danantara telah menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan produsen protein global, JBS. Di samping itu, Danantara juga mengakuisisi hotel di Mekkah dan berencana investasi di Madinah, Arab Saudi.

"Saya juga mendorong Pegadaian untuk mulai beraksi dan mengakuisisi dan mencoba untuk berbincang dengan perusahaan di Filipina," pungkas dia.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya