Ilustrasi(Magnific.com)
PERUSAHAAN teknologi prasarana AI Robo Advisor, WinX (PT Pandawa Sakti Digital), resmi menjalin kerja sama strategis dengan pedagang aset kripto Reku (PT Rekeningku Dotcom Indonesia) untuk menguji coba pemanfaatan teknologi kepintaran buatan (artificial intelligence/AI) dalam ekosistem aset finansial digital Indonesia.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut dilakukan dalam rangkaian arena Coinfest Asia 2026 di Bali. Lewat kemitraan ini, kedua pihak bakal mengeksplorasi penggunaan prasarana AI Robo Advisor untuk membantu penanammodal menganalisis pasar, menyusun strategi, hingga melakukan eksekusi transaksi aset kripto, khususnya pada produk derivatif nan berisiko tinggi secara lebih terukur.
"Pertumbuhan penanammodal aset mata uang digital di Indonesia menunjukkan kebutuhan teknologi nan membantu pemahaman dinamika pasar semakin besar. Melalui kerja sama dengan Reku, kami mau menguji gimana AI Robo Advisor dapat membantu penanammodal mengambil keputusan perdagangan nan lebih terukur," ujar Direktur Utama PT Pandawa Sakti Digital Mikhail Hermawan dalam keterangan resminya, Senin (24/8/2026).
Respons Tingginya Pertumbuhan Investor Kripto Nasional
Langkah kerjasama ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan pesat pasar aset digital di Tanah Air. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan jumlah penanammodal aset mata uang digital nasional telah menembus 22,69 juta orang.
Pada periode nan sama, nilai transaksi mata uang digital di Indonesia melonjak 24,20 persen secara bulanan menjadi Rp28,58 triliun. Seiring melesatnya volume transaksi, OJK juga mencatat telah memberikan izin resmi kepada 26 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD).
Chief Compliance Officer Reku Robby menyampaikan bahwa penerapan AI mempunyai potensi besar dalam meningkatkan pengalaman bertransaksi pengguna. Namun, implementasinya kudu tetap mengedepankan pertimbangan teknis dan manajemen akibat nan ketat.
"Melalui kerjasama ini, Reku dan WinX bakal terlebih dulu melakukan pengetesan secara terbatas untuk memandang efektivitas teknologi, pengalaman pengguna, serta beragam aspek nan diperlukan sebelum dapat dikembangkan lebih lanjut," jelas Robby.
Mulai Uji Coba Tertutup (Closed Testing)
Pada tahap awal, WinX dan Reku bakal berfokus melangsungkan pengetesan secara tertutup (closed testing). Proses pertimbangan ini bakal menitikberatkan pada performa teknologi AI, keandalan strategi transaksi, sistem pengelolaan risiko, serta kesiapan sistem integrasi ke dalam platform perdagangan.
Apabila hasil pengetesan tahap awal ini menunjukkan performa positif, kedua perusahaan berencana melanjutkan kerjasama ke tahap pengetesan berikutnya hingga dapat diakses secara komersial oleh masyarakat luas.
"Kami berambisi kerjasama ini dapat menjadi salah satu langkah dalam membangun prasarana perdagangan aset finansial digital Indonesia nan semakin inovatif, kompetitif, namun tetap mengedepankan pengelolaan akibat dan kepentingan pengguna," pungkas Mikhail.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·