Belanja Negara Bakal 102,6% dari Pagu 2026, Begini Penjelasan Purbaya

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan, realisasi shopping negara bakal melampaui pagu nan ditetapkan dalam APBN 2026.

Berdasarkan outlook APBN 2026, realisasi shopping negara bakal mencapai Rp 3.942,4 triliun alias 102,6% dari sasaran Rp 3.842,7 triliun. Lebih tinggi 14,8% dari realisasi tahun lampau Rp 3.435,5 triliun.

"Untuk mendukung program prioritas pembangunan, menjaga stabilitas nilai pangan dan daya beli masyarakat, serta untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah, penanggulangan bencana, dan tambahan otsus (otonomi khusus)," kata Purbaya saat Laporan Semester (Lapsem) I-2026, di Badan Anggaran (Banggar) DPR, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Purbaya mengatakan, lebih tingginya shopping negara dari pagu ini sudah termasuk mempertimbangkan tambahan shopping Rp 132 triliun utnuk pembayaran tanggungjawab pemerintah dalam corak subsidi dan kompensasi energi.

Pemerintah juga mengusulkan pergeseran dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) ke BA kementerian alias embaga (K/L) dan/atau sebaliknya dalam rangka memperkuat agunan sosial bagian kesehatan dan kapabilitas K/L untuk melaksankan tupoksi dan layanan.

Belanja negara nan meninggi dari pagu itu disebabkan shopping pemerintah pusat diramal 103% dari target, ialah Rp 3.245,5 triliun dari sebelumnya Rp 3.149,7 triliun, terdiri dari shopping K/L nan bakal 107,9% dari sasaran dan shopping non K/L 98,5% dari target. Sementara itu, untuk komponen transfer ke wilayah (TKD) 100,6% dari sasaran menjadi Rp 696,9 triliun.

Sementara itu, untuk pendapatan negara outlooknya juga bakal lebih tinggi dari target, ialah Rp 3.208,1 triliun alias setara 101,7% dari sasaran APBN 2026 sebesar Rp 3.153,6 triliun.

Dengan demikian, Purbaya memastikan, defisit APBN bakal tetap tetap terjaga di bawah pemisah kondusif UU Keuangan Negara sebesar 3% PDB, ialah 2,85% PDB alias senilai Rp 734,3 triliun. Outlook defisit ini 106,6% dari sasaran defisit APBN 2026 sebesar Rp 689,1 triliun alias 2,68% PDB.

"Saya percaya kita tetap bisa menekan defisit ini ke bawah," tegas Purbaya.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya