Bencana Datang! China Siaga Respon Darurat-Batalkan Ribuan Penerbangan

54 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Topan Dolphin akhirnya mendarat di pesisir timur China pada hari Minggu (09/08/2026). Badai ini membawa guyuran hujan lebat dan angin kencang nan membikin pihak berkuasa segera bersiap menghadapi ancaman banjir serta tanah longsor di sebagian besar wilayah timur negara tersebut.

Mengutip Channel News Asia, Senin (10/08/2026), Topan Dolphin sebelumnya telah lebih dulu menyapu prefektur Okinawa di selatan Jepang. Bencana alam mematikan tersebut dilaporkan telah melukai enam orang dan memutus aliran listrik ke lebih dari 50.000 bangunan.

Sebelum angin besar ini mendarat di China, pihak berkuasa telah memindahkan para pekerja lepas pantai ke tempat nan kondusif dan memerintahkan seluruh kapal kembali ke pelabuhan. Mereka juga meningkatkan pemantauan di area waduk, aliran sungai pegunungan, wilayah rawan longsor, letak konstruksi, hingga beragam tempat wisata.

Pusat Meteorologi Nasional China memperkirakan angin besar ini bakal berjalan hingga hari Senin dengan kecepatan angin konstan mencapai 162 km/jam sebelum akhirnya melemah dan bergerak ke pedalaman. Kekuatan ini setara dengan angin besar Kategori Dua pada Skala Angin Badai Saffir-Simpson, nan bisa menyebabkan kerusakan parah pada rumah, pepohonan, dan infrastruktur.

Hujan lebat diperkirakan bakal terus mengguyur hingga hari Senin di wilayah Zhejiang, Shanghai, Fujian utara, Jiangxi timur laut, Anhui tengah dan selatan, serta sebagian besar wilayah Jiangsu. Para peramal cuaca memproyeksikan beberapa bagian di Zhejiang tengah dan timur dapat menerima curah hujan luar biasa dari 250 mm hingga 500 mm.

Lembaga penyiaran pemerintah, CCTV, melaporkan bahwa nyaris 1.400 penerbangan masuk dan keluar di dua airport penumpang utama Shanghai terpaksa dibatalkan pada hari Minggu. Di provinsi tetangganya, airport Hangzhou di wilayah Zhejiang juga mencatat 270 pembatalan penerbangan akibat terjangan angin besar ini.

Maskapai Singapore Airlines turut membatalkan delapan penerbangannya dari dan menuju kota Shanghai pada hari Minggu. Mereka juga telah menjadwalkan ulang 10 penerbangan masuk dan keluar Shanghai untuk hari Senin dan Selasa.

Kepala peramal cuaca di Pusat Meteorologi Nasional, Wang Haiping, memaparkan prediksi rute pergerakan angin besar tersebut kepada saluran televisi CCTV.

"Setelah mendarat, Dolphin diperkirakan bakal melacak ke arah barat sebelum melambat di atas China tengah dan barat daya dan secara berjenjang kehilangan kekuatannya," papar Wang.

Pergerakan angin besar tersebut dinilai dapat memperpanjang lama curah hujan nan lebat. Hal ini secara langsung bakal meningkatkan akibat banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah pegunungan dan di sepanjang aliran sungai-sungai kecil.

Kementerian Sumber Daya Air menyebut bahwa sungai Qiantang, Yong, Jiao, dan Shuiyang berpotensi besar mengalami banjir parah. Sementara itu, sungai-sungai nan lebih mini di wilayah nan paling parah terkena akibat diperkirakan dapat meluap melampaui pemisah tingkat peringatan.

Pemerintah China saat ini mempertahankan respons darurat banjir Tingkat III di Zhejiang dan Fujian, serta Tingkat IV di wilayah Jiangsu dan Anhui. Sistem darurat empat tingkat milik pemerintah China menempatkan Tingkat I sebagai kategori krisis nan paling parah.

Kementerian Manajemen Darurat menyatakan bahwa mereka telah mengirimkan beragam tim support darurat ke wilayah Zhejiang dan Fujian. Di sisi lain, Kementerian Sumber Daya Alam juga menetapkan respons musibah pengetahuan bumi Tingkat III di Zhejiang dan Tingkat IV di Anhui.

Penetapan respons tersebut merupakan peringatan keras bakal ancaman tanah longsor dan musibah alam lainnya di wilayah timur Zhejiang dan barat Anhui. Pihak berkuasa memperingatkan adanya akibat tinggi musibah pengetahuan bumi di beberapa bagian wilayah Zhejiang.

Para masyarakat di area nan dicakup oleh peringatan merah ancaman banjir bandang pegunungan telah diinstruksikan untuk segera mematuhi perintah pemindahan lokal.

Administrasi keselamatan maritim kota menyatakan bahwa pelabuhan Yangshan di Shanghai telah menyingkirkan kapal-kapal dari dermaganya. Mereka tercatat telah memindahkan lebih dari 500 kapal berukuran mini dan menengah ke tempat perlindungan nan kondusif sebelum Topan Dolphin menerjang.

(tps/tps) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya