BI Ramal Ekonomi RI Bisa Tembus 6% pada 2027, Ini Kunciannya

2 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) memperkirakan, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tembus 6% pada 2027, meskipun rentang proyeksi pada tahun itu BI tetapkan di kisaran 5,1%-5,9%, lebih tinggi dari proyeksi 2026 sebesar 4,9%-5,7%.

"Kami memandang adanya kemungkinan untuk bisa PDB menjadi lebih tinggi lagi dari kisaran kami 5,9%, ialah menjadi 6%," kata Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman saat rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, Kamis (27/8/2026).

Aida mengatakan, setidaknya ada 3 dugaan nan membikin BI menganggap laju pertumbuhan 6% bisa terealisasi, sebagaimana sasaran nan telah pemerintah tetapkan dalam RAPBN 2027.

Asumsi pertama adalah jika prospek ekonomi dunia membaik, sesuai dengan proyeksi BI nan bisa tumbuh di kisaran 3,3% pada 2027, dengan syarat turunnya tensi bentrok geopolitik di Timur Tengah.

Menurut BI, prospek ekonomi dunia itu bakal terjadi meskipun tekanan inflasi dunia diperkirakan bersambung sehingga mendorong kebijakan moneter lebih ketetat di Amerika Serikat.

Suku kembang kebijakan moneter bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) ialah Fed Fund Rates saat ini dipertahankan pada level 3,5-3,75% dan menurut BI terdapat kemungkinan naik pada kuartal IV-2026 serta memperkuat di 2027.

"Kita lihat pertama adalah lebih baiknya prospek ekonomi dunia sehingga dapat tingkatkan permintaan ekspor Indonesia termasuk aliran modal masuk khususnya dari penanaman modal asing dan juga portofolio," papar Aida.

Adapun dugaan kedua nan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia 6% adalah peningkatan investasi dari percepatan Proyek Strategis Nasional.

Sementara itu, dugaan ketiga mengenai dengan realisasi optimasi penerimaan Devisa Hasil Ekspor (DHE), termasuk kenaikan aliran modal asing alias inflows akibat pertumbuhan ekonomi dan beragam macam langkah-langkah nan dilakukan pemerintah.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya