BI Tegal Layani Penukaran Uang Rusak Kena Banjir Rp1,54 M

2 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal melayani penukaran duit rupiah rusak milik seorang penduduk Kabupaten Batang nan terdampak banjir rob.

Total duit tersebut mencapai Rp 1,54 miliar. Uang tersebut merupakan milik Ibu Ida Murlija, penduduk Batang, nan mengalami kerusakan akibat rumahnya terendam air rob.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal Bimala mengatakan Ida melakukan penukaran melakukan pendaftaran melalui aplikasi PINTAR pada laman https://pintar.bi.go.id.

"Total duit nan diajukan untuk ditukarkan diklaim mencapai sekitar Rp1,54 miliar," kata Bimala, dalam siaran pers, Jumat (3/6/202).

Selanjutnya, petugas BI melakukan penelitian secara menyeluruh terhadap setiap lembar duit untuk memastikan keaslian serta menentukan nilai penggantian sesuai ketentuan nan berlaku.

"Dari hasil penelitian tersebut, duit nan memenuhi persyaratan untuk memperoleh penggantian tercatat sebesar Rp1,51 miliar dan telah diganti dengan duit Rupiah layak edar," kata Bimala.

Bimala menyampaikan bahwa jasa penukaran duit Rupiah rusak merupakan salah satu corak pelayanan Bank Indonesia kepada masyarakat nan dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa dan Kamis melalui pemesanan terlebih dulu pada aplikasi PINTAR.

Bimala menambahkan, tidak seluruh duit rusak dapat langsung diganti.

"Penggantian hanya diberikan untuk duit Rupiah original dan memenuhi persyaratan, antara lain kondisi bentuk duit tetap tersisa lebih dari dua pertiga ukuran aslinya, ciri-ciri keasliannya tetap dapat dikenali, serta merupakan satu kesatuan alias dapat dibuktikan berasal dari satu lembar duit nan sama," katanya.

Bimala menegaskan BI mengimbau masyarakat untuk menyimpan duit Rupiah dan arsip berbobot di tempat nan kondusif guna meminimalkan akibat kerusakan akibat banjir, kebakaran, maupun musibah lainnya.

Selain itu, jelasnya, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan jasa perbankan sebagai sarana penyimpanan biaya nan lebih kondusif dan terlindungi, serta semakin mengoptimalkan penggunaan instrumen pembayaran non-tunai, seperti transfer bank, duit elektronik, dan QRIS, sebagai pengganti pembayaran nan cepat, mudah, aman, dan andal.

"Layanan penukaran duit Rupiah rusak tersedia secara terbuka, mudah diakses, dan tidak dipungut biaya sepanjang memenuhi persyaratan nan berlaku," katanya.

Melalui jasa ini, diharapkan masyarakat semakin memahami kewenangan dan tata langkah penukaran duit Rupiah rusak serta semakin peduli untuk menjaga dan merawat Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya