ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah ledakan peledak dilaporkan mengguncang sebuah kafe nan sedang ramai pengunjung, dekat Mahkamah Agung (MA), di pusat kota Damaskus, Suriah, Kamis. Kementerian Kesehatan Suriah mengonfirmasi bahwa kejadian berdarah tersebut menewaskan sedikitnya sembilan orang dan menyebabkan 20 orang lainnya luka-luka.
Mengutip laporan Al Jazeera, Jumat (3/7/2026) ledakan peledak tersebut terjadi pada pukul 15.24 waktu setempat di Jalan al-Nasser, distrik al-Marjah. Lokasi ledakan tersebut diketahui berada sangat dekat dengan Istana Keadilan (Palace of Justice), nan menjadi gedung MA negeri itu.
Media pemerintah Suriah melaporkan kehancuran berskala besar dipicu oleh sebuah perangkat ledak instan. Sementara itu, rekaman video dari tempat kejadian memperlihatkan kerusakan parah dengan ceceran darah nan memenuhi lantai kafe.
"Bercak darah ada di mana-mana di atas tanah. Kementerian Dalam Negeri sedang mencoba mengumpulkan bukti untuk memandang siapa nan bertanggung jawab," tambah Al-Jazeera.
Pihak keamanan Suriah langsung bergerak sigap memasang garis pembatas di sekitar letak kejadian lantaran mengkhawatirkan adanya potensi ledakan susulan. Hingga saat ini, otoritas keamanan belum mengumpulkan cukup bukti untuk mengidentifikasi pelaku utama di kembali teror ini.
Meski begitu, abdi negara penegak norma dilaporkan tengah gencar melacak keberadaan "sleeper cells" nan terus beraksi di dalam negeri demi merongrong stabilitas pemerintahan baru Suriah. Ini merujuk ke kelompok pemasok alias personil jaringan nan beraksi secara tersembunyi tanpa aktivitas mencolok, lampau diaktifkan untuk menjalankan misi tertentu mengenai terorisme alias spionase.
Persidangan Kroni Basyar al-Assad
Saat pemboman terjadi, area di sekitar letak kejadian terpantau sangat padat oleh aktivitas penduduk nan menghadiri persidangan di Istana Keadilan. Gedung MA tersebut, sedang menggelar persidangan krusial bagi para pejabat teras dari mantan pemerintahan Basyar al-Assad, termasuk mantan mufti agung Suriah, Ahmad Badr al-Aldin Hassoun.
Gubernur Damaskus Maher Marwan menyatakan bahwa meskipun situasi keamanan di ibu kota telah menunjukkan tren membaik dalam beberapa bulan terakhir, negara tetap memerlukan waktu ekstra untuk bisa menjamin "stabilitas total secara menyeluruh". Marwan menegaskan pihak pemerintah tidak bakal tinggal tak bersuara atas tindakan terorisme nan mengorbankan nyawa penduduk sipil ini.
"Semakin Suriah mencapai stabilitas, semakin banyak pula mereka nan mau merusaknya," tegas Marwan kepada para wartawan di dekat letak ledakan.
"Jam-jam mendatang bakal mengungkap segalanya dan mereka nan menumpahkan darah penduduk Suriah bakal bayar mahal, tetapi Suriah bakal baik-baik saja selama kita menjadi satu kesatuan dan ini tidak bakal menggoyahkan negara Suriah," tambahnya.
(tps/sef)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·