ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Tiga serangan peledak molotov mengguncang kota Thessaloniki, Yunani utara, pada Rabu (1/7/2026) awal hari. Rentetan serangan nan diduga menyasar kediaman personil Partai Demokrasi Baru, partai konservatif nan tengah berkuasa, mengakibatkan lima orang kudu menjalani perawatan di rumah sakit.
Menurut keterangan kepolisian, serangan terjadi secara beruntun antara pukul 04.00 hingga 04.45 waktu setempat dengan menggunakan peledak rakitan berbahan tabung gas kemah.
"Seluruh korban luka berasal dari serangan ketiga, nan juga memicu kebakaran pada sejumlah mobil dan sepeda motor," ujar pihak kepolisian, seperti dikutip The Associated Press.
Polisi mengungkapkan salah satu kendaraan nan terbakar merupakan milik seorang kandidat personil parlemen dari Partai Demokrasi Baru. Kandidat tersebut mengalami luka bakar, sementara ibunya kudu menjalani perawatan di unit perawatan intensif (ICU) akibat luka bakar serius.
Selain itu, tiga penunggu lain di gedung apartemen tempat serangan terjadi turut dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup asap dari kebakaran.
Hingga kini, otoritas Yunani tetap menyelidiki pelaku dan motif di kembali tindakan tersebut. Serangan menggunakan peledak molotov maupun peledak rakitan terhadap simbol-simbol kekuasaan, abdi negara keamanan, alias properti milik pejabat publik bukan kali pertama terjadi di Yunani.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah golongan militan anonim di Yunani kerap melancarkan serangan serupa. Meski umumnya hanya menyebabkan kerusakan material, tindakan tersebut jarang menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Sebelumnya, pada Juli 2025, sebuah peledak meledak di depan rumah ketua asosiasi penjaga penjara Yunani di Thessaloniki. Ketua asosiasi selamat tanpa cedera, namun dua orang lainnya mengalami luka ringan akibat serpihan kaca.
Insiden serupa juga terjadi pada Juni 2024 di Athena, ketika seorang polisi nan bekerja menjaga kediaman seorang pengadil tinggi mengalami luka-luka akibat serangan peledak bensin. Rentetan kejadian tersebut kembali menyoroti ancaman tindakan kekerasan bermotif politik nan tetap menghantui Yunani.
(luc/luc)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·