Mengapa Israel Sengaja Bunuh Bayi Palestina, Demi Apa?

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Tim investigasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menemukan pola serangan militer Israel di Gaza nan secara sadar menyasar anak-anak dan bayi sebagai sasaran pemusnahan massal nan kudu dihukum. Kekerasan nan dilepaskan oleh pasukan Israel dinilai sangat tidak berdasar dan sangat tidak proporsional dalam skala nan luar biasa besar.

Mengutip laporan Russia Today, Selasa (30/6/2026), Ketua Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina, Hakim S. Muralidhar, membeberkan bukti forensik dan medis nan menunjukkan bayi-bayi Palestina sengaja ditembak di bagian kepala dan leher demi menimbulkan kerusakan maksimal.

Pasukan Israel menggunakan drone quadcopter dengan kamera pencitraan termal nan canggih sehingga bisa membedakan anak-anak dari orang dewasa dengan sangat jelas, serta menembakkan pelet kubus mini nan bekerja seperti amunisi klaster untuk menghancurkan organ dalam bayi.

"Ketika Anda menembak kepala bayi berumur 10 hari nan sedang menyusu pada ibunya, Anda sama sekali tidak bisa melabeli bayi tersebut sebagai musuh Negara Israel dan membenarkan serangan semacam ini," kecam Hakim S. Muralidhar dalam wawancara eksklusif berbareng RT India.

Muralidhar nan pernah menjabat sebagai pengadil agung di pengadilan tinggi negara bagian Odisha, India, menambahkan bahwa sejumlah tentara Israel apalagi mengakui di siaran televisi gimana mereka menargetkan anak-anak menggunakan quadcopter dan mendapat pujian dari komandan mereka.

"Jadi menjadi sangat jelas... bahwa bayi adalah sasaran spesial," tegas Muralidhar.

Pihak PBB juga menolak dalih militer Israel nan selalu menggunakan keberadaan Hamas di rumah sakit dan sekolah untuk melegalkan draf operasi militer mereka.

"Alasan bahwa Hamas mungkin menggunakan rumah sakit dan sekolah sebagai pangkalan untuk melancarkan serangannya tidak bakal membenarkan penghancuran total terhadap 97% dari seluruh sekolah di Gaza," lanjut Muralidhar.

Sebagai informasi, perang Gaza terbaru ini bermulai dari serangan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023 nan menewaskan sekitar 1.200 orang dan menahan lebih dari 250 orang. Operasi militer jawaban Israel setelahnya telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza, merenggut nyawa lebih dari 73.000 penduduk Palestina, serta melukai lebih dari 173.000 orang menurut info otoritas kesehatan setempat.

Muralidhar memaparkan bahwa salah satu komponen genosida nan polanya terlihat jelas di lapangan adalah upaya sistematis untuk mencegah kelahiran anak di mana ibu-ibu mengandung dijadikan sasaran dan dibiarkan menderita gizi buruk. Peralatan rumah sakit dihancurkan sengaja saat pasien tetap berada di dalam gedung, sementara draf obat-obatan darurat dan pasokan draf perangkat medis baru dilarang masuk oleh militer Israel.

"Jadi seseorang dapat memandang dengan jelas sebuah pola bahwa kesehatan reproduksi sedang ditargetkan. Bayi nan baru lahir ditargetkan," ungkapnya seraya menambahkan bahwa panti didikan juga diserang hingga menyisakan lebih dari 58.000 anak yatim piatu dalam dua tahun terakhir.

(tps/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya