Bintang Serial Heroes, Hayden Panettiere Meninggal Dunia di Usia 36 Tahun

1 jam yang lalu 3
Bintang Serial Heroes, Hayden Panettiere Meninggal Dunia di Usia 36 Tahun Hayden Panettiere meninggal bumi pada usia 36 tahun.(Dok. Instagram)

AKTRIS Hayden Panettiere, nan dikenal luas melalui perannya dalam serial televisi terkenal Heroes dan Nashville, dilaporkan meninggal bumi pada usia 36 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh perwakilan sang aktris pada Minggu malam waktu setempat setelah pertama kali disiarkan oleh jaringan buletin ABC News.

Ayah Hayden, Skip Panettiere, menyampaikan rasa kehilangan nan mendalam melalui sebuah pernyataan resmi. Ia menggambarkan putrinya sebagai sosok nan luar biasa dan penuh kasih sayang.

"Dengan kesedihan mendalam, kami membagikan berita meninggalnya Hayden tercinta. Dia adalah sinar nan luar biasa dan kekuatan alam nan membawa cinta serta kegembiraan nan tak terukur bagi semua orang nan mengenalnya," ujar Skip Panettiere, dilansir dari The Guardian, Senin (17/8).

Pihak family juga meminta privasi selama masa berkabung ini.

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian Hayden Panettiere belum diumumkan secara resmi. Kepergiannya terjadi hanya berselang satu tahun setelah adiknya, Jansen Panettiere, meninggal bumi secara mendadak pada tahun 2023 akibat komplikasi jantung.

Lahir pada tahun 1989, Hayden memulai kariernya sebagai bintang cilik sejak usia 11 bulan. Namanya meroket di masa remaja saat memerankan Claire Bennet, pemandu sorak nan mempunyai keahlian regenerasi dalam serial Heroes (2006-2010). Peran tersebut melahirkan mantra ikonik dalam budaya pop: "Save the cheerleader, save the world."

Selain Heroes, Hayden meraih dua nominasi Golden Globe berkah aktingnya sebagai bintang musik country Juliette Barnes dalam serial Nashville. Ia juga terlibat dalam waralaba movie seram Scream sebagai karakter Kirby Reed.

Di kembali kesuksesannya, Hayden sempat terbuka mengenai perjuangannya melawan depresi pascamelahirkan (postpartum depression) dan ketergantungan unsur setelah kelahiran putrinya, Kaya Klitschko, pada 2014. Awal tahun ini, dia baru saja merilis memoar berjudul This is Me: A Reckoning nan mengisahkan perjalanan hidupnya menghadapi ketenaran dan proses pemulihan diri. (The Guardian/Z-10)

Selengkapnya