ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Todotua Pasaribu menyebut terdapat beragam tantangan dalam berinvestasi di Indonesia. Tantangan terbesar ini berangkaian dengan suasana investasi nan baik dengan kepastian regulasi.
"Tantangan terbesar daripada negara kita ini memang Indonesia tetap mempunyai nomor ICOR nan tetap signifikan tinggi. ICOR kita sekarang di range 6,3 sampai 6,5," ungkap dia dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia dengan tema 'Capaian Kinerja dan Arah Penguatan Program Prioritas Kementerian', Rabu (24/6/2026).
ICOR alias Incremental Capital Output Ratio mengukur gimana investasi nan ada bisa mendorong terciptanya output sebesar-besarnya. Jika nilai ICOR tinggi, jumlah modal alias capital nan digunakan relatif lebih besar dibandingkan dengan output nan dihasilkan.
Sebaliknya, jika ICOR rendah misalnya di nomor 5, 4, alias apalagi 3 maka investasi nan dibutuhkan lebih sedikit untuk menghasilkan pertumbuhan nan sama.
"Artinya ini berbincang terhadap efisiensi. Artinya jika orang berinvestasi di Indonesia, seberapa besar efisiensinya dengan orang berinvestasi di negara-negara lain," jelas Todotua.
Untuk itu, kata dia pihaknya berupaya menekan nomor ICOR agar lebih rendah di samping mengejar sasaran realisasi investasi.
"Kita me-manage terus gimana kita bisa turun kepada level 6 dan sampai mungkin kudu di bawah level 5, 4, sekian," ujar dia.
Berbagai strategi nan dilakukan untuk menekan nomor tersebut adalah dengan melakukan promosi. Kemudian adanya BPI Danantara sebagai sovereign wealth fund untuk mempercepat eksekusi terhadap rencana-rencana proyek investasi dan hilirisasi.
"Beberapa perihal juga kita sorong dan kita juga mempersiapkan beberapa proyek-proyek nan namanya bentuknya seperti investment project ready to offer," ungkap dia.
"Kita punya roadmap hilirisasi dan kita punya sasaran besar bahwa konsolidasi ini bakal bisa terserap sekitar US$ 618 billion. Kalau bisa kita konsolidasikan dari semua sektor ada sekitar 28 commodity dan intinya adalah kita mau mendorong percepatan, penetrasi," pungkas dia.
(dpu/dpu)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·