sumur minyak.(Antara)
MENTERI Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengatakan negaranya tetap terus menjual minyak meskipun ada blokade laut oleh Amerika Serikat.
"Saat ini, penjualan minyak terus bersambung dan menjangkau pengguna jauh di luar perairan teritorial kami," kata Paknejad kepada media daring Jamaran pada Kamis (27/8).
Paknejad mengakui bahwa volume penjualan menurun setelah blokade laut kembali diberlakukan. Dia tak mengungkapkan rincian lebih lanjut, dengan argumen "musuh" dapat menyalahgunakan info tersebut.
Sebelumnya, Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati mengatakan ekspor minyak Iran nyaris terhenti akibat kondisi nan sedang terjadi di area tersebut.
Pada 28 Februari lalu, AS dan Israel mulai menyerang sejumlah sasaran di Iran, nan kemudian dibalas Iran dengan serangan mereka sendiri.
Pada pertengahan Juni, Iran dan AS sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, tak lama kemudian, kedua negara itu kembali saling melancarkan serangan.
Pada 12 Juli, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz sampai AS tidak lagi kombinasi tangan di area tersebut. Pengumuman penutupan selat itu dilakukan setelah adanya gelombang serangan jawaban baru antara pihak-pihak nan terlibat dalam konflik.
Selanjutnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan pihaknya bakal menjadi "penjaga" Selat Hormuz. Trump juga memberlakukan kembali blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (Ant/P-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·