Keluarga menunggu pasien nan menjalani perawatan di tenda darurat RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (16/8/2026).(Antara)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan aktivitas gempa susulan pascagempa bumi magnitudo (M) 7,7 nan mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap terus berlangsung. Hingga Senin (17/8/2026) pukul 12.00 WITA, tercatat sebanyak 1.624 gempa susulan telah terjadi di wilayah tersebut.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, merinci bahwa kekuatan gempa susulan tersebut sangat bervariasi. Gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2, sementara nan terkecil berada pada magnitudo 1,3.
Data Statistik Gempa Susulan Flores (Hingga 17 Agustus 2026, 12.00 WITA):
| Total Gempa Susulan | 1.624 kejadian |
| Magnitudo Terbesar | M 6,2 |
| Magnitudo Terkecil | M 1,3 |
| Gempa Magnitudo > 5,0 | 23 kejadian |
| Gempa Dirasakan Masyarakat | 59 kejadian |
Arief menjelaskan bahwa berasas diagram peluruhan, aktivitas seismik di Flores saat ini tetap menunjukkan pola nan fluktuatif. Hingga saat ini, tren penurunan aktivitas nan konsisten belum terlihat jelas, sehingga BMKG terus melakukan pemantauan intensif.
“Dari diagram peluruhan tetap fluktuatif, belum terlihat jelas pola peluruhan. Estimasi sekitar dua sampai tiga minggu ke depan aktivitas gempa susulan bakal mulai stabil,” ujar Arief.
Gempa Dangkal Guncang Alor
Di tengah aktivitas susulan Flores, gempa bumi tektonik juga mengguncang Kabupaten Alor pada Senin (17/8/2026) pukul 12.20 WITA. Gempa tersebut berkekuatan M 3,0 dengan episenter terletak pada koordinat 9,64 LS dan 124,42 BT, alias tepatnya 14 kilometer arah barat Alor pada kedalaman 6 kilometer.
BMKG menyatakan gempa Alor ini merupakan jenis gempa dangkal nan dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Getaran dirasakan di wilayah Alor dengan skala intensitas II-III MMI, nan dianalogikan seperti getaran nyata saat truk bermuatan berat melintas.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi perubahan kegempaan nan tetap terjadi di wilayah NTT. (PO/I-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·