BNPB Andalkan Air Danau Ranu Pani Padamkan Kebakaran Gunung Bromo

1 jam yang lalu 7
BNPB Andalkan Air Danau Ranu Pani Padamkan Kebakaran Gunung Bromo Upaya pemadaman karhutla Gunung Bromo.(Dok. Metro Tv)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa Danau Ranu Pani menjadi satu-satunya sumber air utama nan diandalkan untuk memadamkan kebakaran rimba dan lahan di area Gunung Bromo, Jawa Timur. Ketiadaan sumber air lain di sekitar letak memaksa tim campuran memaksimalkan potensi waduk tersebut.

"Pengisian air untuk armada pemadaman (helikopter water bombing) saat ini mengandalkan pasokan dari Ranu Pani," ujar Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (11/8).

Danau Ranu Pani, nan terletak di ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut (mdpl), merupakan titik strategis di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Selama 10 hari operasi pemadaman berlangsung, waduk ini menjadi tumpuan bagi helikopter untuk mengambil air guna mengguyur titik-titik api nan susah dijangkau.

Kendala Medan dan Kemiringan Ekstrem

Suharyanto menjelaskan bahwa penggunaan armada udara menjadi pilihan mutlak. Hal ini disebabkan oleh kondisi geografis lereng Gunung Bromo nan mempunyai perspektif kemiringan sangat curam, mencapai 80 derajat pada titik kebakaran utama.

"Tim pemadam darat tidak memungkinkan untuk menjangkau letak demi keselamatan jiwa personel di lapangan," tegasnya.

Rencana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

Selain mengandalkan water bombing, BNPB tengah menyiapkan skema Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah ini diambil untuk membasahi lahan nan kering secara masif agar api tidak kembali menyala akibat embusan angin kencang.

Berdasarkan info dari BMKG, terdapat indikasi pertumbuhan awan hujan pada periode 14-16 Agustus 2026. Jika potensi ini terkonfirmasi, BNPB bakal segera melakukan penyemaian garam (NaCl) menggunakan pesawat khusus.

"Jika potensi tersebut dikonfirmasi, BNPB bakal segera menggelar OMC agar hujan dapat diturunkan secara optimal di area terdampak," pungkas Suharyanto. (Ant/H-3)

Selengkapnya