Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin tengah menggelar rapat koordinasi berangkaian dengan musim tandus panjang termasuk kebakaran rimba dan lahan hingga perlunya keterlibatan beragam pihak termasuk TNI, Polri.(Dok Istimewa)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di area Gunung Guntur, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler. Langkah ini diambil menyusul terjadinya lima kali kejadian kebakaran nan telah menghanguskan sekitar 13 hektare lahan di wilayah tersebut selama musim kemarau.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyatakan bahwa area Gunung Guntur menjadi salah satu titik paling rawan nan memerlukan pengawasan ekstra. Meski seluruh kejadian kebakaran sepanjang Juli 2026 sukses ditangani, Pemkab Garut tetap memperketat pemantauan sesuai pengarahan Pemerintah Pusat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim tandus panjang.
"Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Garut, kebakaran rimba dan lahan tercatat sebanyak 303 kejadian, di mana 285 di antaranya telah ditangani, sementara 18 kejadian lainnya tetap dalam proses pengawasan. Khusus untuk kebakaran lahan, tercatat ada 135 kejadian akibat dampak musim tandus nan semakin kering," ujar Abdusy Syakur, Selasa (11/8/2026).
Abdusy menekankan bahwa penanganan karhutla dan kekeringan memerlukan kerjasama lintas sektor, melibatkan TNI, Polri, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), hingga Perhutani. Saat ini, Polres dan Kodim Garut juga telah disiagakan untuk membantu penyediaan tangki air guna mempercepat pemadaman jika api kembali muncul.
Selain aspek alam, kebiasaan masyarakat nan membakar lahan secara sembarangan turut menjadi perhatian serius pemerintah. "Pemkab Garut bakal segera menerbitkan surat info imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan nan dapat memicu kebakaran besar," tambahnya.
Status Siaga Bencana dan Antisipasi Kekeringan
Sebagai langkah antisipasi akibat kekeringan pada sektor pertanian, Pemkab Garut telah membagikan 98 unit pompa air kepada petani. Bantuan tambahan pompa juga disiagakan dari Kodim untuk memastikan kesiapan air di lahan pangan produktif tetap terjaga. Hingga saat ini, dilaporkan kebakaran belum merembet ke area lahan pangan.
Pemkab Garut secara resmi telah menetapkan status siaga musibah kekeringan serta karhutla nan bertindak mulai 1 Juli hingga 30 September 2026. Untuk mengatasi krisis air bersih di pemukiman, BPBD telah memasok 125.000 liter air ke delapan desa dan kelurahan nan tersebar di Kecamatan Tarogong Kaler, Pasirwangi, Cigedug, Cibatu, Sucinaraja, dan Karangpawitan.
"Kami juga telah mengusulkan permohonan 100 titik sumur bor dan tambahan armada mobil tangki air ke BNPB. Saat ini, BPBD memastikan penanganan krisis air dan karhutla tetap melangkah optimal melalui koordinasi lintas perangkat daerah," tutup Abdusy. (H-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·