BNPB Catat 1.842 Titik Api Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan

5 jam yang lalu 3

loading...

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat operasi penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan. Foto: Dok Sindonews

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat operasi penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan. Pemantauan perkembangan titik panas dilakukan secara berkala sebagai bagian dari sistem pemantauan karhutla.

Berdasarkan info SiPongi, pemantauan satelit NASA-NOAA 20 pada 21 Agustus 2026 pukul 14.14 WIB mencatat 1.842 titik panas di lima provinsi di Kalimantan. “Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.832 titik terpantau dengan tingkat kepercayaan sedang (medium confidence) dan 10 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence),” ungkap Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulisnya dikutip Sabtu (22/8/2026).

Baca juga: Cuaca Indonesia Tahun 2026 Lebih Kering, Potensi Karhutla Tinggi

Berton mengatakan info titik panas menjadi salah satu rujukan dalam pemantauan perkembangan potensi karhutla dan menentukan kebutuhan penanganan di lapangan. SiPongi merupakan sistem nan menyajikan info hotspot terkini serta info mengenai kebakaran rimba dan lahan.

“Kalimantan Tengah mencatat jumlah titik panas terbanyak ialah 976 titik terdiri atas 968 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan delapan titik dengan tingkat kepercayaan tinggi. Selanjutnya Kalimantan Barat dengan 489 titik terdiri atas 487 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan dua titik dengan tingkat kepercayaan tinggi,” ujarnya.

Selengkapnya