Tim pengajar Fakultas Industri Kreatif (FIK) Telkom University (Tel-U).(Dok.Istimewa)
UNTUK melestarikan kekayaan pengetahuan budaya Nusantara melalui pendekatan seni dan pengalaman inderawi, tim pengajar Fakultas Industri Kreatif (FIK) Telkom University (Tel-U) merancang program “Inovasi Galeri Multisensori Rempah, Kopi, dan Teh sebagai Medium Seni dan Memori Budaya di Jendela Ide,” di Ciwidey, Kabupaten Bandung.
Program nan diketuai Dosen FIK, Gina Shobiro Takao, Sheila Andita Putri dan Andrianto ini mengusung metode riset berbasis organisasi (community-based research). Galeri dirancang tidak hanya menyajikan info secara visual, tetapi juga membujuk visitor mengalami langsung aroma, tekstur, suara, hingga rasa dari rempah, kopi, dan teh.
Ketua tim Dosen FIK Gina Shobiro Takao, Jumat (21/8), menerangkan, untuk menyusun materi edukasi nan otentik, tim FIK Tel-U menggali langsung pengetahuan lokal dari para praktisi di Jawa Barat (Jabar). Untuk eksplorasi Budaya Teh, berbincang dengan petani teh asal Ciwidey, Cucu Samsudin, guna memahami filosofi teh mulai dari budidaya, pemetikan, hingga tata langkah penyajian sebagai referensi area penyajian interaktif.
"Eksplorasi Rempah & Herbal, bekerja sama dengan Oday Kodariyah dan Lisma nan merupakan praktisi dan pengelola kebun tanaman obat Sari Alam di Kabupaten Bandung, untuk memetakan manfaat, kebiasaan tradisional, dan keterkaitan rempah dengan kesehatan masyarakat," terangnya.
UJI COBA PUBLIK
Menurut Gina, pendapat awal galeri ini telah diperkenalkan kepada masyarakat melalui mini pameran di booth Jendela Ide pada arena Akulturasa di Institut Teknologi Bandung (ITB). Kegiatan ini menjadi arena translator hasil riset ke dalam corak tata ruang dan pengalaman pameran, sekaligus menjaring masukan dari visitor agar bungkusan edukasi budaya dapat dibuat lebih komunikatif dan responsif.
"Melalui integrasi antara keilmuan seni desain, pengetahuan lokal, dan teknologi pengalaman multisensori, galeri ini diharapkan beralih bentuk dari sekadar tempat pameran menjadi ruang edukasi partisipatif nan hidup. Kolaborasi ini menegaskan peran akademisi FIK Telkom University dalam menghadirkan penemuan pelestarian warisan budaya nan relevan bagi generasi muda," paparnya. (E-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·