Bos CIA Nyelonong ke Moskow, Putin Diperingatkan soal NATO

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala CIA John Ratcliffe diam-diam melakukan perjalanan ke Moskow pekan ini dengan membawa sejumlah pesan krusial untuk Rusia. Salah satunya adalah peringatan agar Presiden Vladimir Putin tidak menyerang wilayah NATO.

Dua sumber nan mengetahui persoalan tersebut mengatakan, Ratcliffe juga memanfaatkan kunjungannya untuk mendorong Moskow menghentikan support ekonomi dan militernya kepada Iran. Langkah itu dilakukan ketika pemerintahan Presiden AS Donald Trump berupaya menekan Teheran secara finansial.

Kunjungan Ratcliffe menjadi perjalanan pertama nan diketahui dilakukan pejabat senior pemerintahan Trump ke Moskow dalam beberapa bulan terakhir. Perjalanan ini berjalan di tengah kekhawatiran AS dan Eropa bahwa Putin dapat menguji komitmen NATO melalui serangan terbatas terhadap salah satu negara personil aliansi.

Trump sendiri meremehkan kemungkinan Rusia menyerang NATO. "Saya sudah melakukan pembicaraan nan baik dengannya. Dia tidak bakal menyerang wilayah NATO," kata Trump di Gedung Putih, Kamis (27/8/2026), seperti dikutip CNN International.

Ketika ditanya apakah Ratcliffe menyampaikan peringatan tersebut kepada Putin, Trump enggan menjawab secara langsung.

"Saya tidak mau mengomentari itu, tetapi mereka tidak bakal menyerang," ujarnya.

Sebelumnya, Trump juga menyebut perjalanan Ratcliffe ke Moskow sebagai kunjungan nan "sangat semi-rutin".

"Kami mau memandang perang dengan Ukraina berakhir," kata Trump dalam sebuah wawancara radio.

Penilaian intelijen AS dan negara-negara Barat sebelumnya memperkirakan Rusia dapat mencoba menguji keteguhan NATO dalam beberapa tahun mendatang, mulai dari serangan siber hingga serangan militer terbatas. Negara-negara Baltik seperti Estonia, Latvia dan Lithuania, serta Polandia, disebut sebagai letak nan berpotensi menjadi sasaran.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Ratcliffe tidak berjumpa Putin selama kunjungannya. Menurut Peskov, kontak Ratcliffe dengan Rusia berjalan "kurang lebih pada tingkat jasa khusus", nan dinilainya positif, meski terlalu awal untuk menilai apakah kunjungan tersebut bakal membantu memperbaiki hubungan AS-Rusia nan saat ini berada dalam kondisi krisis.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya