Bos Leasing Angkat Bicara Rencana DP 0% Motor Listrik, Ingatkan Ini

1 hari yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana pemerintah mendorong penjualan motor listrik nasional melalui skema duit muka alias down payment (DP) 0% dan angsuran murah mendapat sambutan positif dari industri pembiayaan. Namun, skema tersebut dinilai memerlukan pembahasan lebih lanjut agar dapat diterapkan dengan model nan tepat.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan program tersebut perlu dibangun dalam satu ekosistem nan melibatkan beragam pihak. Pembahasan tidak hanya menyangkut perusahaan pembiayaan, tetapi juga produsen hingga dealer kendaraan listrik.

"Kalau kita bicara, apapun corak daripada program, ini kan pedoman program, tentu kudu duduk dulu nih secara ekosistem seperti apa programnya. Kan baru hanya DP nol nan didengar, kembang murah dan segalanya," kata Suwandi kepada CNBC Indonesia, Selasa (18/8/2026).

Struktur kerja sama menjadi salah satu perihal nan perlu diperjelas sebelum program dijalankan. Model pembiayaan juga perlu menentukan pihak nan terlibat, termasuk hubungan antara perusahaan pembiayaan dengan pemasok pemegang merek (ATPM) maupun dealer.

"Keuangan kan bukan pembiayaan doang, ada nan lain-lain. Apakah nan lain-lain diajak ikut? Apakah hanya pembiayaan nanti? Pembiayaan dengan siapa? Dengan ATPM-nya kah alias dengan dealernya? Membangun satu ekosistem program DP nol," ujarnya.

Skema DP 0% sendiri bukan perihal baru bagi perusahaan pembiayaan. Program serupa pernah diterapkan dalam beragam bentuk, tetapi penerapannya tetap memerlukan kalkulasi akibat agar penyaluran angsuran tidak mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Keberhasilan program juga bakal berjuntai pada kreasi insentif nan disiapkan pemerintah. Besaran bunga, sumber subsidi bunga, hingga pola pembagian beban pembiayaan perlu dibicarakan berbareng sebelum menjadi program nan melangkah secara luas.

"Jadi kita sambut positif apa nan disampaikan pemerintah bahwa untuk mendorong apa namanya, ini lebih bersih, hijau. Kan listrik itu kan membikin jadi kita tidak banyak menggunakan bahan-bahan bakar minyak," katanya.

Karena itu, industri pembiayaan tetap menunggu corak konkret dari pengarahan pemerintah tersebut. Program dapat berkembang setelah masing-masing pelaku upaya mengetahui mekanisme, sumber pendanaan, serta skema insentif nan bakal digunakan.

"Jadi kelak dari ATPM-nya alias dari dealer motor listriknya bakal menghubungi masing-masing pelaku usaha, bukan asosiasi. Jadi masing-masing pelaku upaya kelak dilihat nih pelaku upaya mana nan punya ketertarikan, punya keahlian dari sisi pendanaannya," tutur Suwandi.

Pembentukan ekosistem tersebut perlu dilakukan sejak awal agar program tidak hanya menarik dari sisi nilai cicilan, tetapi juga bisa menciptakan permintaan nan berkepanjangan di pasar.

"Ya kembali arahannya kita sambut positif tapi kembali lagi kudu duduk berbareng antara seluruh stakeholder, baik pelaku upaya pembiayaan, baik dengan siapa namanya si ATPM alias dealernya menggagas dan menggarap program nan tepat," ujar Suwandi.

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya