Jakarta, CNBC Indonesia - Harga produk makanan dan minuman di pasar tengah menghadapi tekanan dari beragam sisi. Kenaikan biaya produksi tidak hanya berasal dari bahan baku, tetapi juga pengaruh nilai bungkusan hingga ongkos logistik.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman mengatakan tekanan biaya nan dihadapi industri saat ini cukup kompleks. Sejumlah komponen produksi mengalami kenaikan secara bersamaan.
"Saat ini kompleks. Bahan baku sebagian naik, packaging naik, logistik naik luar biasa," kata Adhi kepada CNBC Indonesia, Jumat (28/8/2026).
Kenaikan biaya bungkusan menjadi salah satu tekanan nan tetap dirasakan produsen. Meski sempat melonjak cukup tinggi, nilai packaging belakangan mulai menunjukkan penurunan secara bertahap.
"Packaging in average sekitar 15%, di mana sebelumnya naik tinggi sekali, namun berangsur turun," ujarnya.
Sementara itu, pergerakan nilai bahan baku makanan dan minuman tidak seragam. Besaran kenaikannya berjuntai pada jenis komoditas nan digunakan oleh masing-masing produsen.
"Bahan baku sangat bervariasi. Misal gula sekitar 20%," kata Adhi.
Tekanan lain datang dari biaya distribusi, terutama bagi perusahaan nan kudu mengirimkan produk ke wilayah di luar pulau. Kondisi ini dapat meningkatkan beban biaya sebelum produk sampai ke pasar dan konsumen.
"Logistik luar pulau ada nan naik sampai 30-40%," pungkas Adhi.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]

2 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·