ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNN Indonesia --
Perjalanan Timnas Voli Putra Indonesia menjuarai AVC Men's Cup 2026 menjadi salah satu kisah paling berkesan dalam sejarah voli nasional.
Berstatus bukan unggulan, Indonesia justru bisa bangkit setelah kalah telak dari Korea Selatan di laga pembuka fase grup, sebelum akhirnya membalas kekalahan tersebut dengan kemenangan meyakinkan 3-0 pada partai final, Minggu (28/6).
Di kembali pencapaian itu, ada proses panjang nan tidak banyak diketahui publik. Tekanan dari luar, keraguan terhadap tim, hingga perubahan pembimbing di tengah persiapan menjadi tantangan nan kudu dihadapi para pemain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pilar kemenangan Indonesia, Boy Arnez, berbagi cerita secara terbuka mengenai perjalanan tim sejak fase awal turnamen, sosok nan membangkitkan kepercayaan diri pemain, strategi mengalahkan Korea Selatan, hingga sasaran setelah membawa Indonesia menjadi juara Asia.
Dalam wawancara eksklusif berikut, Boy juga mengungkap pandangannya mengenai kesempatan berkarier di luar negeri, tanggung jawab baru setelah meraih gelar MVP dan Best Outside Hitter, serta gimana menjaga mental juara agar tetap bertahan:
Boy, bisa diceritakan gimana perjalanan tim sejak awal turnamen hingga akhirnya menjadi juara? Kalian sempat kalah dari Korea Selatan di laga pembuka, lampau bangkit hingga akhirnya mengalahkan mereka 3-0 di final. Apa nan sebenarnya terjadi sepanjang perjalanan itu?
Ya, awalnya itu kita kan musuh Korea, terus kayak... sebenarnya dari awal sudah ngerasa kayak, kita tahu nih Korea tim nan kuat dan kita tuh jarang menang lah, bisa dibilang nyaris enggak pernah menang ya musuh Korea. Jadi kayak persiapannya paling kayak, ya sudah besok main, nan krusial main bagus. Dan rupanya memang kita ngerasa waktu pertandingan itu memang dari segi teknik, terus juga mental, strategi gitu, kita memang sudah kalah jauh. Jadi pas begitu kalah di set satu, ya mungkin ada pukulan mental sendirilah, jadi kayak, "Oh, mungkin memang kitanya kurang latihan," jadi kayak belum pede, belum pede lah gitu. Itu sih.
Asisten pembimbing Nurhidayanto sempat mengatakan bahwa banyak pihak meragukan tim ini. Menurut Boy, keraguan itu sebenarnya datang dari mana? Apakah lebih banyak berasal dari luar tim alias justru sempat muncul dari dalam tim sendiri?
Sebenarnya jujur lebih ke dari luar sih. Karena kan kita tahu sendiri lah netizen Indonesia tuh, mungkin memang penginnya berambisi lebih, kayak pengin Indonesia lebih bagus gitu kan. Cuma itu kayak bikin mental pemain yang... kadang kan kita enggak sengaja baca gitu kan. Jadi kayak takut salah alias ya takut tampil jelek gitu lho. Jadi mungkin itu sih. Nah, pas waktu kalah musuh Korea dan betul saja banyak deh omongan-omongan luar. Jadi kayak kepikiran gitu, jadi kayak enggak berani eksplor skill gitu lho.
Setelah kalah di laga pertama, apa nan berubah di dalam tim? Apakah ada sosok tertentu nan paling berkedudukan membangkitkan mental para pemain?
Jadi pembimbing sih, dari Coach Toiran sendiri. Jadi kayak dia sebenarnya percaya sama tim kita gitu. Jadi kayak dia upaya untuk bangkitkan kepercayaan diri anak-anak kayak, "Sebenarnya kita ini bisa," gitu pas waktu musuh Qatar. Nah, pas kita main terus dia enggak sama sekali enggak ngasih pressure, tapi dia ngasih kebebasan kita berekspresi di lapangan gitu lho, berkreasi. Jadi, nah alhamdulillahnya waktu itu sukses kita dapat tuh momentum-momentumnya. Dan akhirnya kita bisa main lepas pas musuh Qatar. Dan mungkin itu titik awal kebangkitan Indonesia sih.
Berbicara soal Coach Toiran, sebelumnya tim sempat mengalami perubahan pembimbing lantaran Coach Sergio Veloso terkendala visa kerja. Seberapa besar pengaruh transisi tersebut terhadap persiapan tim?
Sebenarnya sih enggak sih. Paling hanya mungkin program latihannya saja nan beda. Tapi jika untuk chemistry sih lebih Coach Toiran kan dia lebih fasih Bahasa Indonesia, jadi kayak komunikasinya lebih nyambung. Terus juga dia sudah lama di Indonesia, tahu karakter-karakter Indonesia. Jadi sebenarnya kondusif saja sih. Aman saja. Jadi enggak banyak nan berubah ya? Enggak banyak nan berubah.
Baca lanjutan tulisan ini di laman berikut>>>
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·