Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Lampung alias Bank Pembangunan Daerah Lampung menargetkan pertumbuhan angsuran hingga double digit pada akhir 2026. Upaya ini sejalan dengan langkah Bank Lampung dalam menjaga kualitas.
"Sebenarnya sasaran kami sederhana. Pertumbuhan angsuran dua digit, kemudian angsuran bermasalah di bawah 3%, dan porsi angsuran produktif tumbuh naik 20%," terang Direktur Utama Bank Lampung Indra Merviana dalam Regional Bank Summit 2026 Batch 2 "Strategi BPD Mendorong Kemandirian Ekonomi Daerah", pada Jumat (28/8/2026).
Diketahui hingga Semester 1-2026 Bank Lampung mencatat pertumbuhan angsuran sebesar 9,8%. Adapun total angsuran nan tersalurkan mencapai Rp 7,9 triliun dengan porsi angsuran produktif mencapai 27% dan angsuran konsumtif sebesar 73%.
Pertumbuhan angsuran tersebut berada di atas rata-rata perbankan Lampung nan mencapai 5,33% dan pertumbuhan biaya masyarakat nan mencapai 8,77%. Dengan capaian pertumbuhan angsuran tersebut, Bank Lampung mencatat pertumbuhan untung 22,75% alias sebesar Rp 133 miliar.
Dia memaparkan bahwa berasas catatan semester II-2026 terjadi percepatan shopping pemerintah dan aktivitas ekonomi nan agresif.
"Kami mau tumbuh secara perlahan tetapi bisa dengan prinsip kehati-hatian. Daripada cepat-cepatan tumbuh tapi kita sigap restrukturisasi," kata Indra.
(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]

2 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·