Relawan berkomunikasi menggunakan handy talky (HT) dengan berlatar belakang Gunung Merapi nan mengeluarkan asap putih di Kendalsari, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (25/4/2026).(Antara/Aloysius Jarot Nugroho)
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan pertumbuhan volume pada dua kubah lava Gunung Merapi berasas hasil pengamatan selama sepekan terakhir, periode Jumat (24/7) hingga Kamis (30/7).
Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santosa, mengungkapkan bahwa volume Kubah Barat Daya tercatat bertambah sekitar 2.000 meter kubik, sehingga total volumenya sekarang mencapai 4.021.200 meter kubik. Sementara itu, Kubah Tengah mengalami penambahan sekitar 600 meter kubik dengan total volume sebesar 2.369.400 meter kubik.
"Hasil kajian foto termal menunjukkan suhu pada kedua kubah tersebut terukur sebesar 243 derajat celsius, nan dinilai relatif tetap dibandingkan dengan pengukuran sebelumnya," ujar Agus dalam keterangan resminya, Jumat (31/7/2026).
Aktivitas Guguran dan Kegempaan
Selama periode pengamatan tersebut, Gunung Merapi teramati mengeluarkan asap putih dengan intensitas tipis hingga tebal dan ketinggian berkisar antara 10 hingga 150 meter. Tercatat pula terjadi dua kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah hulu Kali Boyong dan Kali Sat/Putih.
Aktivitas guguran lava juga tetap intens terjadi dengan rincian sebagai berikut:
- 6 kali ke arah hulu Kali Boyong (maksimal 2.000 meter).
- 38 kali ke arah hulu Kali Krasak (maksimal 2.000 meter).
- 7 kali ke arah hulu Kali Bebeng (maksimal 1.700 meter).
- 48 kali ke arah hulu Kali Sat/Putih (maksimal 2.000 meter).
Dari sisi kegempaan, jaringan seismik merekam 2 kali gempa Awan Panas Guguran (APG), 31 gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 551 gempa Fase Banyak (MP), 4 gempa Low Frequency (LF), 647 gempa Guguran (RF), dan 12 gempa Tektonik (TT). Meski aktivitas vulkanik tetap tinggi, intensitas kegempaan pada minggu ini dilaporkan lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya.
Status Siaga dan Potensi Bahaya
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, BPPTKG menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi tetap berada pada tingkat nan cukup tinggi berupa erupsi efusif. Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi ditetapkan pada level SIAGA.
Data pemantauan mengindikasikan bahwa suplai magma tetap terus berlangsung, nan berpotensi memicu awan panas guguran di dalam wilayah bahaya. Potensi ancaman saat ini meliputi:
- Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).
- Sektor Tenggara: Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
- Radius Puncak: Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas apa pun di wilayah potensi ancaman nan telah ditetapkan oleh otoritas terkait. (I-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·