Jakarta, CNBC Indonesia- Iran menetapkan syarat absolut untuk membuka kembali Selat Hormuz. Salah satunya adalah berakhirnya perang di Timur Tengah.
Hal ini dikatakan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan dalam sebuah wawancara ke media Lebanon Al Manar TV. Ditegaskannya setiap kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) mengenai Selat Hormuz kudu mencakup penghentian perang dan operasi militer di Gaza, Lebanon, dan Suriah.
Menurut Rezaei, Selat Hormuz tidak dapat dipisahkan dari bentrok regional nan lebih luas. Ia mengatakan AS pun kudu membuktikan keseriusannya dalam menjalankan komitmen tersebut sebelum kepercayaan baru dapat dibangun.
Sebenarnya, saat ini Iran mengizinkan koridor "sementara dan terbatas" bagi kapal-kapal untuk melintas di Selat Hormuz. Menurut Rezaei, masa depan lampau lintas pelayaran bakal berjuntai pada perkembangan kesepahaman dengan Washington.
Awal pekan ini, Oman dan Iran membahas proposal untuk membikin jalur pelayaran berbareng sementara melalui Selat Hormuz. Keduanya juga sepakat untuk membentuk misi untuk membersihkan ranjau dari jalur ekspor minyak utama tersebut.
Respons AS
Sementara itu, merujuk The Wall Street Journal, pemerintah AS sendiri tak menunjukkan kesukaan pada perundingan baru. Bahkan Presiden Donald Trump disebut tidak lagi tertarik dengan kerangka kesepakatan Juni, merujuk nota kesepakatan tenteram nan ditanda-tangani kedua negara nan sempat menghentikan sementara perang AS-Iran.
Trump justru menunggu untuk memandang apakah strategi pemerintahannya dalam menekan Iran secara ekonomi bakal berhasil. Senin, AS mengumumkan kampanye "economic D-Day" terhadap Teheran dengan menakut-nakuti negara-negara nan melakukan upaya dengan Republik Islam Iran, menandai pergeseran konsentrasi AS dari tindakan militer menuju tekanan ekonomi.
Di sisi lain, dalam video nan diunggah ke X pada Kamis malam waktu AS, Laksamana Brad Cooper, Komandan Komando Pusat AS (US Central Command/CENTCOM), menyatakan pasukan AS telah membantu membersihkan ranjau dari Selat Hormuz. Cooper mengatakan pasukan CENTCOM telah membantu memfasilitasi perjalanan sekitar 1.500 kapal komersial dan 750 juta barel minyak mentah selama beberapa bulan terakhir.
"Hari ini, jalur pelayaran internasional terbuka dan momentumnya terus terbentuk," kata Cooper.
Data terbaru nan tersedia dari Kpler menunjukkan hanya lima kapal nan melintasi Selat Hormuz pada Selasa. Angka tersebut jauh di bawah sekitar 130 kapal nan sebelumnya melintasi jalur perairan strategis tersebut sebelum perang pecah pada Februar
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·