Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 defisitsebesar US$ 450 juta.
Kondisi itu disebabkan nilai ekspor nan sebesar US$ 25,46 miliar, sedangkan impor tercatat senilai US$ 25,91 miliar.
Realisasi neraca ekspor impor Indonesia ini sedikit berbeda dengan perkiraan para pelaku pasar.
Konsensus memperkirakan defisit menyempit menjadi US$ 0,79 miliar dari US$1,61 miliar pada Mei, sedangkan proyeksi Trading Economics menunjukkan defisit sebesar US$ 0,6 miliar.
Defisit Mei merupakan nan pertama sejak April 2020. Saat itu, nilai ekspor Indonesia turun 5,73% secara tahunan, sedangkan impor melonjak 22,16%, terutama akibat kenaikan impor migas.
Meski demikian, secara kumulatif Indonesia tetap mencatat surplus US$ 4,03 miliar sepanjang Januari-Mei 2026.
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]

56 menit yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·