Breaking: Perang Dagang Baru Lagi, 2 Negara Ini Kena Gebuk Trump

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi memutuskan untuk tidak memperpanjang pakta perdagangan trilateral USMCA berbareng Kanada dan Meksiko. Langkah proteksionis ini otomatis membuka pintu lebar bagi draf renegosiasi tahunan nan sangat ketat terhadap isi perjanjian tersebut.

Mengutip laporan CNBC, rabu (01/07/2026), keputusan krusial ini diumumkan tepat pada hari Rabu (01/07/2026) nan merupakan draf tenggat waktu resmi bagi ketiga mitra jual beli Amerika Utara untuk menentukan kelanjutan pakta berdurasi 16 tahun tersebut. Dengan penolakan ini, USMCA memang bakal tetap bertindak selama satu dasawarsa ke depan sepanjang tidak ada personil nan keluar, namun Washington sekarang memegang kendali untuk melakukan pertimbangan tahunan guna merombak pakta.

"Trump memilih untuk tidak sekadar menyetujui perpanjangan USMCA tanpa menyelesaikan masalah nan ada saat ini," ungkap seorang pejabat senior pemerintah dalam konvensi pers. "Dengan kata lain, Amerika Serikat tidak setuju untuk memperpanjang USMCA dalam bentuknya nan sekarang. Jadi, sebagai hasilnya, USMCA tidak diperpanjang."

Fokus utama penolakan Trump berakar pada draf pembengkakan defisit perdagangan AS terhadap Kanada dan Meksiko nan dinilai merugikan ekonomi domestik. Sebelum draf tenggat waktu ini berakhir, Trump apalagi sudah mengubah peta hubungan jual beli secara sepihak melalui draf pengenalan serangkaian tarif impor baru.

Kepala Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menegaskan bahwa pemerintah tidak bakal tinggal tak bersuara memandang draf ketimpangan ini terus berlanjut. Pihaknya bakal terus menekan kedua negara tetangga tersebut.

"Pemerintahan Trump bakal terus terlibat dengan Meksiko dan Kanada untuk mengatasi beragam kekurangan nan ada dalam perjanjian ini," tegas Jamieson Greer dalam rilis resminya.

Perjanjian USMCA sendiri awalnya dinegosiasikan pada periode pertama kepemimpinan Trump untuk menggantikan pakta NAFTA nan telah berumur 26 tahun. Saat resmi bertindak pada Juli 2020 lalu, Trump sempat memuji setinggi langit kesepakatan ini sebagai pakta jual beli paling setara dan menguntungkan nan pernah ditandatangani AS.

Namun, antusiasme Trump dilaporkan ambruk drastis dalam beberapa waktu terakhir seiring memanasnya draf hubungan diplomatik Washington dengan Ottawa dan Kota Meksiko. Trump menilai AS tidak mendapatkan perlakuan nan setara dari kedua negara tetangganya tersebut.

"Saya tidak tahu apakah saya bakal memperpanjangnya," ketus Trump pada bulan Juni lampau mengenai nasib USMCA. "Kita tidak memerlukan apa pun nan dimiliki Kanada. Kita tidak memerlukan apa pun nan dimiliki Meksiko, tetapi mereka memerlukan semua nan kita miliki. Dan mereka kudu memperlakukan kita dengan lebih baik."

Trump memang sejak lama vokal memprotes defisit perdagangan AS dan sempat mencoba memaksakan perubahan kebijakan melalui draf pemberlakuan tarif garang ke nyaris semua negara. Sayangnya, rezim tarif baru buatan Trump tersebut belakangan ini kerap terjegal dan mengalami kekalahan di meja pengadilan.

Hingga draf pemisah waktu 1 Juli berakhir, AS dan Meksiko dilaporkan telah memulai draf perundingan bilateral lanjutan. Di sisi lain, draf negosiasi serupa antara AS dan Kanada hingga saat ini belum dimulai sama sekali.

(tps/tps)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya