Breaking: Trump Umumkan Kesepakatan Damai dengan Iran Berakhir

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan kesepakatan sementara dengan gencatan senjata untuk mengakhiri perang dengan Iran telah berhujung setelah Teheran melancarkan serangan baru terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di area Teluk. Pernyataan itu semakin memperburuk prospek perdamaian di Timur Tengah dan memicu lonjakan nilai minyak ke level tertinggi dalam dua pekan.

Iran mengumumkan telah menyerang sejumlah akomodasi militer AS di Bahrain dan Kuwait sebagai jawaban atas serangan militer AS terhadap target-target Iran. Sebelumnya, Washington melancarkan serangan tersebut sebagai respons atas tindakan Iran nan menyerang kapal-kapal tanker di Selat Hormuz.

Rangkaian tindakan saling balas serangan itu makin melemahkan upaya mengubah kesepakatan gencatan senjata sementara nan dicapai bulan lampau menjadi perjanjian tenteram permanen guna mengakhiri perang nan pecah sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran.

Sebelum menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki, Trump ditanya oleh wartawan mengenai status nota kesepahaman (MoU) nan disepakati bulan lalu.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Trump secara tegas menyatakan dirinya menganggap kesepakatan itu sudah tidak bertindak lagi.

"Pertanyaan nan sangat menarik. Menurut saya, kesepakatan itu sudah berakhir. Saya tidak mau berurusan lagi dengan mereka," kata Trump kepada wartawan di Ankara, sebagaimana dilansir Reuters.

Trump kemudian melontarkan pernyataan nan lebih keras terhadap pemerintah Iran.

"Mereka adalah sampah. Mereka adalah orang-orang nan sakit. Mereka dipimpin oleh orang-orang nan sakit," ujarnya.

"Sejauh menyangkut saya, berurusan dengan mereka hanyalah membuang-buang waktu," tambah Trump.

Trump sebelumnya memperingatkan bahwa perang bakal memicu "bencana ekonomi" andaikan bentrok terus berlanjut. Namun sekarang dia menghadapi tekanan politik nan sama besarnya untuk mengakhiri bentrok tersebut.

Israel Curi Kesempatan

Dilansir CNN International, pernyataan Trump juga diperkirakan bakal mendapat perhatian unik dari Israel. Pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu selama ini dikenal sangat skeptis terhadap pendekatan diplomatik Amerika Serikat dalam menangani Iran.

Karena itu, Netanyahu berpotensi menafsirkan pernyataan Trump sebagai kesempatan untuk melanjutkan operasi militernya, baik terhadap golongan Hizbullah di Lebanon maupun terhadap target-target di wilayah Iran.

Hingga saat ini belum ada kejelasan apakah pernyataan Trump bahwa kesepakatan gencatan senjata telah "berakhir" bakal diikuti langkah militer baru dari Washington alias hanya menjadi sinyal politik untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya