Buka-Bukaan, Aturan Tata Kelola Pupuk untungkan Semua Pihak

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Supply Chain Pupuk Indonesia, Robby Setiabudi Madjid buka-bukaan soal perbedaan mendasar antara Perpres 113/2025 dan Perpres No.6/2025 tentang tata Kelola pupuk bersubsidi dan meningkatkan akses petani terhadap pupuk.

Menurutnya, keduanya sama-sama soal tata kelola pupuk bersubsidi, hanya saja untuk Perpres No.6/2025 perlindungannya kepada pasarnya alias petani di Indonesia.

"Bagaimana deregulasi memangkas rantai pasok sehingga pupuk sampai sesuai prindis 7T. Sedangkan untuk Perpres 113/2025 sejatinya perlindungan kepada industri pupuk itu sendiri, bisa berkekuatan saing tinggi, sehingga secara tidak hanya horison waktu 1-2 tahun namun puluhan alias ratusan tahun bisa mendukung program ketahanan pangan," ungkap dia dalam Economic Update, CNBC Indonesia (Selasa, 30/06/2026).

Dia juga menjelaskan pada Perpres 113/2025 Pupuk Indonesia tidak lagi "di-nina bobokan" dan ini perubahan mendasar nan menantang Pupuk Indonesia agar berkembang sesuai indutri.

"Kami kudu up to date, dengan kami dibayar dengan nilai pasar, kami dituntut lebih efisien. Selanjutnya dengan perubahan langkah pembayaran, kami juga dapat menerima bagian untuk shopping bahan baku lebih dahulu. Potensi penghematan juga makin besar, lantaran bisa hedging nilai tukar dan bahan baku," rinci Robby.

Selain itu, Pupuk Indonesia juga punya kesempatan untuk meremajakan dan revitalisasi akomodasi produksi nan secara rata-rata sudah berumur lebih dari 40 tahun. Menurutnya, perseroan bisa meningkatkan benefit lebih baik lagi, begitu juga petani lantaran makin efisien.

"Perpres 113 ini sangat elegan dan win-win solution, petani dan produsen mendapatkan keuntungan," tegas Robby.

Secara rinci, Robby menjelaskan dengan transformasi kebijakan di bagian pupuk subsidi meningkatkan produktivitas petani, nan juga meningkatkan persediaan beras nan saat ini sudah 38 juta ton.

"Tentu tidak ada perihal nan sempurna, kami selalu bekerja-sama demi keberlanjutan, apalagi ada Pokja Pupuk. Memang ada beberapa perihal nan perlu dan bisa ditingkatkan nan saat ini juga terus dikoordinasikan untuk menyiapkan mitigasi lantaran beragam oknum," pungkas Robby.

(dpu/dpu)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya