Wisatawan mancanegara berjamu di Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Tabanan, Bali.(ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo)
MENJADI salah satu mesin pertumbuhan ekonomi, sektor pariwisata tak bisa dianggap remeh perannya dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB).
Berdasarkan laporan Tourism Satellite Account (TSA) Indonesia 2022-2024 nan dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pariwisata pada tahun 2024 memberikan kontribusi langsung terhadap ekonomi nasional melalui Tourism Direct Gross Domestic Product (TDGDP) sebesar 4,82% alias sebesar Rp1.067,28 triliun.
Dari sisi permintaan, total konsumsi pariwisata tercatat Rp2.245,94 triliun, nan terdiri dari pengeluaran visitor nusantara sebesar Rp1.954,26 triliun dan pengeluaran visitor mancanegara sebesar Rp291,68 triliun.
Bukan sekadar angka, jumlah itu menunjukkan jutaan orang ada di dalam ekosistem kepariwisataan, seperti akomodasi, penyediaan makan dan minum, serta pikulan udara.
Untuk 2025, kontribusi pariwisata kepada ekonomi nasional diperkirakan mencapai 3,97%-4,80%.
Sebagai penggerak mesin ekonomi, kontribusi pariwisata terhadap PDB terus dipacu. Targetnya, kontribusinya mencapai 8% saat Indonesia merayakan Usia Emas pada 2045 nanti.
Lalu apa strategi Kementerian Pariwisata untuk mengejar sasaran nan terbilang tak mudah itu?
Berikut penuturan Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana kepada Direktur Pemberitaan Media Indonesia Abdul Kohar dalam wawancara pada awal Agustus lalu:
Bagaimana Ibu Menteri memandang pencapaian kunjungan visitor mancanegara dan perjalanan visitor nusantara sejauh ini?
Pencapaian sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan tren nan positif. Sepanjang Semester I (Januari–Juni 2026), kunjungan visitor mancanegara tumbuh 5,71% menjadi 7,45 juta kunjungan, sementara perjalanan visitor nusantara meningkat 2,71% menjadi 630,41 juta perjalanan dibandingkan periode nan sama tahun lalu.
Indonesia tetap bisa mempertahankan pertumbuhan positif kunjungan visitor mancanegara, meskipun terjadi penurunan visitor dari Timur Tengah dan Eropa akibat dampak perang di Timur Tengah nan berkepanjangan.
Kami terus berupaya mencapai sasaran Rencana Kerja Pemerintah 2026, ialah 16 juta–17,6 juta kunjungan visitor mancanegara dan 1,18 miliar perjalanan visitor nusantara. Target tersebut krusial untuk menjaga devisa, pertumbuhan ekonomi, dan faedah bagi masyarakat.
Di tengah beragam dinamika dunia dan domestik, apa aspek utama nan mendorong pertumbuhan tersebut? Adakah strategi unik dari Ibu Menteri dan Kementerian?
Sejak awal tahun, ketika dinamika geopolitik dunia terjadi, kami bergerak sigap dengan melakukan pivot strategi pemasaran ke pasar short-haul dan medium-haul yang relatif tidak terdampak, ialah Asia Tenggara, Asia Timur, dan Oseania melalui kerja sama terpadu, fam trip, dan pameran.
Langkah itu diikuti dengan mengoptimalkan konektivitas penerbangan langsung maupun transit Asia Pasifik, memperkuat kampanye digital, melaksanakan cross-border event dan memperkuat Event by Indonesia, dan mendorong visitor nusantara melalui kampanye Bangga Berwisata di Indonesia.
Dalam beragam kesempatan, Ibu menekankan bahwa keberhasilan pariwisata tidak cukup hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga kualitas pengalaman, faedah ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan keselamatan wisatawan. Bagaimana program-program flagship diterjemahkan untuk mencapai tujuan tersebut?
Sektor pariwisata mempunyai cakupan nan sangat luas sehingga ketika berkembang, manfaatnya dirasakan secara menyeluruh. Namun pertumbuhan tersebut kudu tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.
Kementerian Pariwisata mempunyai lima program unggulan. Pertama, Peningkatan Keselamatan Berwisata. Program ini meliputi upskilling dan reskilling, training dan sertifikasi, edukasi wisatawan, penyusunan pedoman keselamatan, pemetaan destinasi rawan bencana, serta penyesuaian regulasi.
Program berikutnya Desa Wisata. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas dan jumlah desa wisata untuk pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Saat ini terdapat lebih dari 6.300 desa wisata di Indonesia.
Pariwisata Berkualitas menjadi program unggulan ketiga. Fokusnya mengembangkan wisata minat unik sekaligus memperkuat tata kelola industri nan transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Program unggulan keempat, Event by Indonesia. Saat ini event menjadi salah satu penggerak utama pariwisata. Program ini mencakup Karisma Event Nusantara (KEN), event nasional, event internasional, dan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE/Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran), serta event wilayah lainnya.
Program unggulan terakhir, Tourism 5.0. Kemenpar melakukan transformasi digital melalui Portal Visit Indonesia, AI travel companion MaiA, dan Portal terpadu Event by Indonesia yang sedang disiapkan.
Kelima program tersebut bermaksud meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan, memperkuat keselamatan, meningkatkan kualitas destinasi, meningkatkan kelas desa wisata, serta menghadirkan event berbobot nan bisa menggerakkan ekonomi daerah.
Kelima program flagship saling melengkapi untuk mewujudkan pariwisata nan lebih berkualitas. Tujuannya bukan hanya meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga menghadirkan pengalaman nan kondusif dan berkesan, memperkuat daya saing destinasi, memperluas faedah ekonomi masyarakat, serta memastikan pariwisata Indonesia tumbuh secara berkelanjutan.
Kami mau mengelaborasi soal gastronomi. Indonesia mempunyai kekayaan kuliner nan sangat besar. Melalui program Wonderful Indonesia Gastronomy, gimana Ibu Menteri mau mengangkat kuliner dan gourmet Indonesia?
Indonesia memang mempunyai kekayaan kuliner nan luar biasa. Tantangan kita sekarang bukan lagi apakah kita mempunyai kuliner nan berkualitas, tetapi gimana bumi mengenalnya. Karena itu, melalui Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG), konsentrasi kami adalah meningkatkan eksposur kuliner Indonesia di tingkat global.
Eksposur tersebut terbukti memberikan akibat positif. Pada November tahun lalu, Indonesia meraih New Destination Champion Award 2026 dari La Liste, sebagai pengakuan atas pesatnya perkembangan dan besarnya potensi Indonesia sebagai destinasi gastronomi baru nan wajib dikunjungi para pencinta kuliner. La Liste merupakan lembaga pemeringkat gastronomi dunia nan menghimpun penilaian dari beragam panduan, kritikus, dan publikasi kuliner dunia.
Indonesia mempunyai kekayaan tradisi kebugaran nan berakar pada budaya dan kearifan lokal. Bagaimana Wonderful Indonesia Wellness dikembangkan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi salah satu pemain krusial dalam industri wellness tourism dunia?
Betul sekali. Indonesia mempunyai kekayaan tradisi kebugaran (wellness) nan mengakar pada budaya dan tradisi nan telah diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, strategi kami bukan menciptakan sesuatu nan baru, melainkan mengangkat dan mengemas kekayaan budaya tersebut menjadi pengalaman wisata nan autentik, berkualitas, dan mempunyai daya saing global.
Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk wellness dunia, tetapi juga menjadi destinasi nan menawarkan identitas wellness unik Indonesia.
Kami terus mempromosikan wellness sebagai salah satu travel theme sesuai karakter tiap destinasi dan sasaran pasarnya.
Selanjutnya soal Desa Wisata. Ini menarik lantaran pengembangan Desa Wisata Indonesia memberikan akibat pemerataan pembangunan kepariwisataan hingga ke wilayah administratif terkecil, ialah desa. Namun, tantangannya sekarang bukan hanya menambah jumlah, tetapi memastikan setiap desa betul-betul berkembang dan memberikan faedah bagi masyarakat.
Pengembangan desa wisata merupakan salah satu langkah untuk mendorong pemerataan pembangunan pariwisata hingga ke tingkat desa. Namun, kami juga menyadari bahwa setiap desa mempunyai potensi dan tingkat kesiapan nan berbeda.
Karena itu, pendekatan Kementerian Pariwisata saat ini tidak berakhir pada penetapan alias kejuaraan semata. Wonderful Indonesia Awards–Desa Wisata menjadi titik awal untuk mengidentifikasi potensi desa wisata, kemudian dilanjutkan dengan program pendampingan nan lebih terarah dan berkelanjutan.
Dari seluruh program flagship tersebut, perubahan apa nan paling mau Ibu Menteri wariskan bagi pariwisata Indonesia?
Pada akhirnya, tujuan kami adalah membangun sektor pariwisata nan berkualitas, berkelanjutan, dan berkekuatan saing.
Warisan nan paling mau saya tinggalkan sebenarnya bukan pada satu aspek saja, melainkan pada langkah pariwisata Indonesia dibangun ke depan, bahwa kemajuan pariwisata bukan sesuatu nan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari upaya nan disengaja, terarah, dan konsisten.
Kualitas destinasi, pola shopping wisatawan, kesejahteraan masyarakat, standar keselamatan, hingga daya saing di tingkat global, semuanya adalah satu kesatuan nan saling terkait, dan tidak bakal tercapai jika ditangani secara terpisah.
Sebagai penutup, menyongsong peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, sektor pariwisata Tanah Air mempersembahkan bukti nyata dari makna kemerdekaan, ialah kemandirian ekonomi, daya saing global, dan kesejahteraan nan merata bagi seluruh rakyat.
Di bawah kepemimpinan dan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto, pariwisata beralih bentuk menjadi instrumen strategis pembangunan nasional. Melalui pendekatan nan berkualitas, berkelanjutan, dan berbobot tambah tinggi, Indonesia tidak hanya menawarkan keelokan alam, melainkan juga menegaskan kelebihan standar pelayanan serta tata kelola kelas dunia.
Selaras dengan visi pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, pariwisata terbukti menjadi motor penggerak nan inklusif. Sektor ini secara nyata meneteskan faedah hingga ke akar rumput dengan membuka jutaan lapangan kerja, memberdayakan UMKM daerah, serta menggerakkan rantai nilai ekonomi di desa-desa wisata dari Sabang sampai Merauke.
Momentum Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini menjadi penanda bahwa pariwisata nasional telah berada di jalur nan tepat. Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk terus mengorkestrasi ekosistem ini agar melompat lebih tinggi, mengharumkan nama bangsa di panggung dunia, sekaligus memastikan setiap potensi pariwisata bermuara pada kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. (Fal/E-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·