Permukaan Matahari alias fotosfer rupanya dipenuhi aktivitas plasma.(Dok. Nasa)
MATAHARI sering kali terlihat sebagai bola sinar nan tenang jika diamati dari kejauhan. Namun, info terbaru mengungkapkan bahwa permukaan bintang pusat tata surya kita ini sebenarnya merupakan "lautan" plasma nan sangat dinamis, dipenuhi arus konveksi, rotasi, dan aktivitas medan magnet nan terus berubah.
Bagian nan kita kenal sebagai permukaan Matahari disebut fotosfer. Di wilayah ini, daya dari interior Matahari dibawa ke permukaan melalui area konveksi. NASA menjelaskan bahwa proses ini melibatkan material panas nan bergerak naik, sementara material nan lebih dingin turun kembali ke bawah. Fenomena ini menciptakan pola visual menyerupai butiran nan disebut sebagai granulation.
Pengamatan dari instrumen Polarimetric and Helioseismic Imager (PHI) pada misi Solar Orbiter milik European Space Agency (ESA) memperkuat temuan ini. Instrumen tersebut tidak hanya menangkap pola granulasi, tetapi juga memetakan pergerakan material di permukaan melalui tachogram. Data ini membantu intelektual memahami gimana plasma bergerak mendekati alias menjauhi pengamat, sekaligus mengungkap pola rotasi Matahari nan kompleks.
Selain aktivitas bentuk plasma, medan magnet memegang peranan krusial. Karena plasma adalah gas bermuatan listrik, interaksinya dengan medan magnet menciptakan sistem magnetik nan menjadi penggerak utama aktivitas Matahari. Medan magnet nan sangat kuat apalagi dapat menghalang proses konveksi, nan kemudian memicu munculnya bintik Matahari, wilayah nan tampak lebih gelap lantaran suhunya relatif lebih dingin dari sekitarnya.
Aktivitas di permukaan ini mempunyai akibat langsung terhadap atmosfer Matahari nan lebih luas. Gerakan plasma dan medan magnet memicu kejadian besar seperti semburan Matahari (solar flares), prominensa, hingga lontaran massa korona (CME). Fenomena-fenomena inilah nan membentuk cuaca antariksa dan berpotensi mengganggu sistem komunikasi serta navigasi satelit di Bumi.
Melalui kombinasi info Solar Orbiter dan pemodelan komputer NASA, para intelektual sekarang dapat mensimulasikan arus plasma nan tidak terlihat secara langsung. Pemahaman mendalam mengenai sistem interior hingga permukaan Matahari ini menjadi kunci krusial untuk memprediksi akibat aktivitas surya terhadap lingkungan antariksa dan teknologi manusia di masa depan. (









English (US) ·
Indonesian (ID) ·